Anomali Kepala Bpkp Merangkap Komisaris Pln

  • Bagikan
Default Social Share Image

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir kembali menciptakan anomali dalam pengangkatan komisaris BUMN. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan Listrik Negara (PLN), pemegang saham menetapkan untuk mengangkat dan menetapkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh selaku Komisaris PLN.

Perangkapan jabatan Kepala BPKP dan Komisaris PLN memang tidak melanggar UU BUMN dan hukum berlaku, namun terlihat anomali yang memiliki potensi menimbulkan conflict of interest dan mengarah pada penyalahgunaan kewenangan. Pasalnya, selain Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP ialah lembaga resmi yang melakukan audit terhadap PLN.

Hasil audit BPKP menjadi salah satu rujukan bagi BPK dalam melaksanakan pemeriksaan di PLN. Kalau perangkapan jabatan itu menyebabkan penyalahgunaan kewenangan dalam proses audit PLN, hasil audit BPKP itu akan mengaburkan hasil audit BPK.

Baca Juga :  Tetaplah Menunggu, Meski Menunggu Itu Kadang Sangat Mneguji Hati. Percayalah Waktu Terbaik Akan Datang

Oleh alasannya itu, perangkapan jabatan Kepala BPKP dan Komisaris PLN mesti dikesampingkan. Kalau memilih sebagai Komisaris PLN, Muhammad Yusuf Ateh semestinya secara sukarela mengundurkan diri sebagai Kepala BPKP. Namun, jikalau bersikeras merangkap jabatan selaku Kepala BPKP dan Komisaris PLN, maka mesti ditetapkan aturan selaku rule of the game dalam proses dan pengesyahan hasil audit PLN.

  • Bagikan

KABAR PANDEGLANG ONLINE