BREAKING NEWS: Melonjak Jadi 172, Kasus Positif Korona di Indonesia Kalahkan Hongkong

oleh -13 views
Konferensi Pers Terkait Perkembangan Kasus Virus Korona di Indonesia
Konferensi Pers Terkait Perkembangan Kasus Virus Korona di Indonesia

KabarPandeglang.com – Achmad Yurianto selaku juru bicara penanganan virus Korona di Indonesia kembali menggelar jumpa pers beberapa waktu yang lalu, dalam keterangan terbarunya jumlah kasus COVID-19 di Indonesia meningkat tajam menjadi 172 kasus.

Bukan suatu prestasi yang dapat dibanggakan, angka ini membuat jumlah kasus positif virus Korona di Indonesia sudah berada diatas Hongkong dan Arab Saudi dengan masing-masing 166 dan 133 kasus yang dikonfirmasi positif.

Achmad menjelaskan bahwa meski terjadi peningkatan angka pasien yang terdeteksi positif Korona, namun jumlah pasien yang meninggal dunia masih sama seperti kemaren, yaitu 5 orang. Selain itu 8 orang pasien sudah dinyatakan pulih atau sembuh di Indonesia.

Baca Juga :  Jenis-Jenis Luka Bakar dan Perawatannya

Korona adalah virus yang menyerang saluran pernafasan, gejala awalnya mirip dengan flu biasa. Virus Pandemi yang memiliki nama resmi COVID-19 ini mulai terdeteksi mewabah sejak akhir tahun 2019 lalu, dugaan sumber utamanya adalah kota Wuhan, China.

Hingga kini jumlah kasus Korona secara global adalah 184 ribu kasus, dengan 7 ribu pasien meninggal dunia dan hampir 80 ribu diantaranya dinyatakan pulih atau sembuh.

Pemerintah Indonesia sendiri sempat menyebutkan bahwa virus ini dapat sembuh dengan sendirinya jika pasien yang dijangkiti memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, virus ini menjadi lebih beresiko bagi orang lanjut usia dan yang menderita penyakit komplikasi.

Meski China adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia, hingga saat ini Korona belum menunjukan dampak yang serius pada sektor riil perekonomian.

Baca Juga :  Tips Terbaik Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Meski demikian pasar modal diseluruh dunia terus merah sejak awal tahun lalu, dan pelemahan IHSG yang lebih dari 5% pada hari ini menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah 5 tahunan pasar modal Indonesia.