Kabar Pandeglang Online
Portal Berita PAndeglang Terkini & Terupdate

Bukan Cuma Mitos, Kehamilan Itu Menular!

0 11

Banyak perempuan yang sudah menikah kemudian mengeluhkan nasibnya yang belum juga diberi momongan. Padahal sudah bertahun-tahun menjalin rumah tangga. Soal mendapatkan momongan memang jadi dambaan setiap pasangan yang sudah menikah ya Bun.

Bukan Cuma Mitos, Kehamilan Itu Menular!


Tapi percayakah Bunda kalau ternyata kehamilan itu bisa menular? Bahkan di luar sana ada lho perempuan yang meminta jempol kakinya diinjak oleh sahabatnya yang sedang hamil lantaran meyakini kehamilan itu bisa ditularkan.


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Bocconi University, Italia berusaha melihat efek pertemanan pada perilaku kesuburan seseorang dan transisi saat menjadi orangtua. Penelitian ini melibatkan 1,720 perempuan.


Mereka melakukan survei sejak para partisipanmasih di bangku sekolah menengah pada tahun 1990-2009. Ketika para wanita tersebut sudah menginjak usia 26-33 tahun, mereka diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan mereka, termasuk soal pertemanan.



Jadi, bila Bunda memiliki teman SMA yang sudah memiliki anak, maka akan lebih mungkin “tertular”, dalam arti, lebih termotivasi untuk hamil. Seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan, penularan kehamilan yang dimaksud bukan terjadi melalui kontak fisik, namun melalui kontak emosional


Efek Kontak Emosional Yang Bekerja


Jadi Bun, ketika seorang perempuan melihat teman sebayanya hamil dan melahirkan, maka pikiran positifnya juga akan mempengaruhi keinginannya untuk memiliki keturunan juga. Mungkin Bunda masih bertanya-tanya, kenapa peranan teman begitu penting dalam memengaruhi keputusan untuk memiliki keturunan?
Begini Bun, pengalaman melahirkan seorang teman merupakan sumber pembelajaran yang penting lantaran akan memberikan informasi yang relevan dan berguna mengenai bagaimana menhadapi transisi menjadi orangtua. Di lain sisi, kita cenderung menyamakan diri atau bahkan membandingkan dengan teman sebaya dengan berpikir: “Wah, di umurnya yang sekarang, dia sudah punya momongan, sementara saya belum.” Bila hal ini dijadikan motivasi yang positif, lambat laun keinginan untuk memiliki anak akan terasa begitu kuat.
Baca Juga :  Perumahan Murah Bersubsidi Di Soppeng, Sulawesi Selatan


Disadari atau tidak, rencana memiliki anak memang seharusnya menjadi keputusan yang sangat pribadi, nyatanya bisa dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, terutama teman SMA yang masih sebaya dan akrab. Inilah sebabnya, cukup lazim bagi sekelompok perempuan yang bersahabat untuk hamil dalam waktu yang berdekatan, karena masing-masing saling menginspirasi dan memotivasi. Namun perlu dipahami bahwa hasil penelitian ini bukan menjadi patokan bagi perempuan untuk bisa hamil dan memiliki anak, beberapa faktor lain baik yang bisa dijelaskan maupun yang sifatnya misteri, juga perlu dijadikan evaluasi ya Bun.


Yang Lebih Penting, Jangan Sampai Perempuan Ingin Hamil Hanya Karena Melihat Temannya Hamil



Berikut tanda Bunda sudah siap secara emosional :
1. Sudah siap waktu Bunda terbagi. Ketika memiliki momongan, bisa dibilang waktu Bunda adalah milik si kecil.


2. Senang dengan anak kecil. Saat ada anak kecil Anda langsung gembira dan ingin mengajaknya bermain.


3. Tidak begitu berambisi dalam urusan karier. Apalagi Bunda sudah tidak bisa lagi seenaknya lembur dan pulang hingga larut malam karena ada makhluk kecil yang membutuhkan Bunda di rumah.


4. Rumah tangga Bunda berjalan harmonis. Tidak perlu pernikahan yang sempurna untuk memiliki anak. Namun, harmonis berarti rumah tangga Bunda dalam kondisi yang baik. Misalnya, tidak ada masalah serius dalam rumah tangga seperti perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, masalah komunikasi dengan pasangan, dan masalah pernikahan lainnya.


Sumber: sayangianak.com

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More