Cara Pengambilan Sampel Penelitian

  • Bagikan
Cara Pengambilan Sampel Penelitian

KABARPANDEGLANG.COM – Subjek penelitian yakni sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi) . Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian.

Objek penelitian ialah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi sentra perhatian dan sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang mampu berupa perilaku, aktivitas, pendapat, pandangan evaluasi, sikap pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan mampu juga berupa proses.

Populasi ialah keseluruhan subyek penelitian.Populasi tergantung pada objek atau target penelitian. Populasi mampu berupa sejumlah manusia ataupun kegiatan insan. Sebagian anggota populasi yang diteliti dari seluruh anggota populasi itu disebut sebagai sampel penelitian.

Sampel yaitu objek penelitian yang dipilih dan ditetapkan untuk diteliti lebih jauh sesuai dengan yang dibutuhkan sebagai wakil dari populasi yang ada. Penentuan sampel dalam penelitian sangat penting. Oleh alasannya adalah itu, perlu dijelaskan supaya kebenaran suatu penelitian tetap terjaga.

A. Pertimbangan Dalam Menggunakan Sampel

Populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam penelitian walaupun tidak selamanya sampel itu harus ada. Penelitian harus memiliki permasalahan dan tujuan yang jelas. Jika melibatkan sejumlah orang harus diputuskan terlebih dahulu kerangka konsepsionalnya sebagai batasan operasional dalam menentukan:

  1. Apakah penelitian yang dilakukan akan meliputi keseluruhan populasi
  2. Apakah hanya akan mencari dan mengambil sebagian populasi.

Beberapa pertimbangan dalam memutuskan perlu tidaknya menggunakan sampel ialah sebagai berikut.

  1. Besarnya Populasi. Jika populasi yang diambil cukup besar, penggunaan sampel sangat diharapkan.
  2. Biaya yang Tersedia. Jika dana yang tersedia kurang memadai untuk menjangkau populasi perlu digunakan sampel.
  3. Sarana dan Prasarana yang Tersedia. Apabila sarana, prasarana, dan transportasi untuk menjangkau responden sulit dilakukan, sampel diharapkan.
  4. Waktu dan Tenaga yang Tersedia. Perlu diperhatikan waktu dan tenaga yang tersedia untuk mendapatkan data. Apabila waktu penelitian singkat dan tenaga yang tersedia terbatas perlu digunakan sampel.
  5. Bebas dari Sifat Bias. Di dalam pengambilan sampel harus diusahakan agar sampel yang terbentuk bebas dari sifat memihak atau bias.
Baca Juga :  Luas Dan Keliling Lingkaran

Pengambilan sampel harus dilaksanakan secara hati-hati agar keterangan yang diperoleh memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Langkah-langkah pengambilan sampel sebagai berikut.

  1. Menentukan bentuk atau jenis sampel yang paling efisien danmmenghasilkan keterangan paling saksama.
  2. Menentukan cara pengambilan sampel dan memilih siasat penarikan anggota sampel sehingga sampel bias (sifat memihak yang terdapat di dalam sampel) mampu dihindarkan.
  3. Mempertegas hal-hal yang harus diselidiki, adalah keterangan apa yang akan dikehendaki, bilamana keterangan itu diperlukan, dan bagaimana tinggi kesaksamaan keterangan yang diinginkan.
  4. Menyusun kuesioner, formulir wawancara, atau daftar pertanyaan yang akan dipakai pribadi oleh penginterview.
  5. Memasukkan anggota populasi ke dalam sampel.
  6. Memeriksa data yang terkumpul terlebih dahulu sebelum memperoleh keterangan dari dalamnya.
  7. Menyusun hasil penarikan sampel ke dalam daftar dan grafik semoga data tersebut lebih gampang ditafsirkan apabila tidak ada lagi kekurangan

B. Cara Pengambilan Sampel

Dalam pengambilan sampel secara random (random sampling), harus memakai cara sedemikian rupa sehingga setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dimasukkan menjadi anggota sampel. Mula-mula sampel dibagi atas dua bagian yang dibentuk menurut hukum yang bergantung pada jalannya penarikan sampel.

Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang Cara Pengambilan Sampel Penelitian

1. Sampel Tetap (Fixed Sampling Design)

Sampel tetap yaitu cara pengambilan sampel yang dibuat mengikuti hukum tertentu.Jenis sampel tetap, antara lain sebagai berikut.

  1. Sampel tak terbatas (unrestricted random sampling) adalah sampel yang anggotanya dipilih langsung dari seluruh populasi dengan tidak membagi populasi itu lebih dahulu atas kelas atau golongan. Penarikan anggota populasi ke dalam sampel dilakukan dengan memakai cara sebagai berikut. (1) Cara sederhana yakni cara penarikan sampel dengan memberi nomor setiap anggota populasi dan anggota sampel dipilih dengan menggunakan nomor random. (2) Cara sistematis yakni sampel yang ditarik dengan memasukkan anggota populasi terlebih dahulu di dalam suatu daftar atau bentuk formasi lain. Setelah memilih dari mana memulai, anggota sampel dipilih dengan menggunakan interval tertentu.
  2. Sampel terbatas (restricted sampling) yaitu sampel yang dibentuk dengan membagi populasi atas bagian atau golongan. Selanjutnya, dari bagian tersebut dipilih beberapa anggota sampel atau golongan secara random. Bentuk sampel terbatas sebagai berikut. (1) Sampel bertingkat banyak ialah sampel yang terbentuk dengan menarik sampel kecil dari golongan yang terpilih dengan menggunakan probabilitas yang sama dan probabilitas sebanding dengan ukuran relatif (2) Sampel berstrata ialah sampel yang terbentuk dengan membagi populasi atas tingkat-tingkat atau kelas-kelas. Anggota sampel ditarik dari setiap kelas sehingga setiap kelas diwakili di dalam sampel.
  3. Cluster sample yaitu sampel yang ditarik dengan cara menentukan secara random beberapa strata. Seluruh anggota strata yang terpilih atau sebagian besar dimasukkan ke dalam sampel.
Baca Juga :  Penyebab Pengaruh Dan Penganggulangan Pencemaran Tanah

2. Sampel yang Dibentuk Menurut Aturan (Sequential Sampling)

Sequential Sampling yakni teknik dimana elemen-elemen populasi di samplingsecara berurutan. Pengumpulan dan analisis data dilakukan pada tiap tahap.Sequential sampling mampu dilakukan dengan salah satu cara berikut.

  1. Sampel yang ditarik secara bertingkat. Dalam hal ini, sampel ditarik berkali-kali. Setiap sampel yang baru ditarik digabungkan dengan sampel yang ditarik sebelumnya. Misalnya, untuk maksud tertentu, ditarik sampel yang berukuran 50. Sesudah menganalisis sampel ini, apabila masih diragukan kesaksamaannya, ditarik sebuah sampel lagi yang berukuran 50 dan digabungkan ke dalam sampel yang pertama. Makara, sampel menjadi berukuran 100 dan kemudian dianalisis.
  2. Dengan mengamati satu per satu anggota populasi, pengamatan dilakukan terus-menerus sehingga keterangan yang diperoleh dirasa cukup memuaskan.
Baca Juga :  Puasa Di Bulan Ramadan Yang Indah

C. Beberapa Sampling Terpenting

1. Stratified Sampling

Stratified Sampling ialah proses pengambilan sampel yang terdiri atas dua proses. Mula-mula populasi dibagi menjadi beberapa subpopulasi (strata). Tiap subpopulasi tersebut harus bersifat mutually exclusive. Langkah berikutnya menarik sampel dari setiap populasi secara random, biasanya menggunakan teknik Simple Random Sampling (SRS). Bentuk stratified sampling sebagai berikut.

  1. Area sampling yaitu sampel yang diperoleh dengan mensampel kawasan. Misalnya, suatu negara yang dibagi atas 50 kawasan dipilih beberapa daerah secara random untuk dijadikan sampel.
  2. Quota sampling adalah cara penarikan sampel dengan memilih stratanya berdasar sifat-sifat yang dianggap memiliki efek paling besar terhadap variabel yang akan diselidiki.
  3. Sampel sebanding ialah penarikan sampel dengan cara proporsionalquota sample diperoleh dengan mengambil anggota strata sedemikian rupa sehingga setiap stratum diwakili oleh sejumlah anggota yang sebanding dengan besarnya stratum itu. Jumlah

2. Purposive Sampling

Purposive Sampling yakni suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. Anggota sampel dipilih sedemikian rupa sehingga sampel yang dibuat mempunyai sifat-sifat yang dimiliki oleh populasi.

Dalam penarikan sampel, unsur random selection tidak dibiarkan bekerja penuh, tetapi dicoba dengan mensugesti pembentukan sampel. Misalnya, sebuah sampel dihitung sehingga harga rata-rata hitung sampel sama dengan harga rata-rata hitung populasi.

3. Double Sampling

Double sampling dimulai dengan sebuah sampel kecil untuk dapat memperoleh keterangan yang diinginkan. Apabila keterangan yang diinginkan tidak diperoleh dari sampel yang kecil atau jika kesaksamaan keterangan disangsikan, harus ditarik lagi anggota populasi untuk dimasukkan ke dalam sampel.

Oleh alasannya adalah itu, kita kini memiliki sebuah sampel yang lebih besar yang diharapkan dapat memberi keterangan yang lebih saksama.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

  • Bagikan