Cerita Gubuk Reot Di Soreang Pandeglang Dihuni 3 Keluarga

  • Bagikan
Default Social Share Image

Saat ditemui dikediamannya, Rohman mengungkapkan bahwa rumah yang ditempatinya itu ialah warisan dari orang tuanya. Karena keterbatasan ekonomi, walaupun telah berumah tangga, tetapi dirinya dan kedua saudaranya terpaksa tinggal satu rumah meskipun kondisinya sungguh memperihatinkan.

“Mau gimana lagi, boro-boro buat beli rumah, atau bangkit rumah, untuk makan sehari-hari aja susah,” ujarnya.

Cerita Gubuk Reot Di Soreang Pandeglang Dihuni 3 Keluarga

Rohman berharap, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat memperlihatkan perhatian kepada keluarganya yang hidup digaris kemiskinan. Karena dia mengaku sudah bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan dukungan dari Pemerintah.

“Tolong pak, supaya ada perlindungan untuk keluarga kami. Terutama untuk perbaikan rumah ini. Karena aku cuma kuli serabutan, kerja kalo ada yang nyuruh,” tukasnya.

Baca Juga :  Mulai Februari, Pemprov Bebaskan Pajak Dan Denda Bbnkb Dari Luar Banten

Ditempat yang sama, Nia (9) keponakan Rohman yang juga tinggal dalam gubuk tersebut mengisahkan sulitnya perekonomian yang dialami keluarganya. Meskipun gres duduk di dingklik SD (Sekolah Dasar), namun seolah dirinya sungguh mengetahui betul keadaan keluarganya.

“Terimakasih pak, saya sudah dikasih buat jajan. Kalo jajan sekolah paling Rp500 rupiah atau Rp 1000 rupiah,” ucapnya.

  • Bagikan