Duduk Perkara Akut: Momen Ajaran Sesat Dan Jalan Rusak Trend

  • Bagikan
Default Social Share Image

Oleh: Mahyudin An-Nafi

Geger adanya anutan sesat di daerah Pandeglang masih menjadi topik di kancah media nasional. Banyak yang khawatir sekaligus takut akan merebaknya aliran Hakekok tersebut. Pasalnya itu bukan pertama terjadi.

Sebelumnya Polsek Pandeglang berhasil meringkus sekelompok orang yang videonya booming tengah melaksanakan ritual mandi bareng di tempat perkebunan PT Gal.

Video itu cukup telah membuat keresahan dan

Sejujurnya perumpamaan Hakekok ini sudah usang terdengar dari ekspresi ke lisan, hanya saja belum ada pengusutan lebih serius untuk mengungkapnya.

KH. Qurtubi Jaelani misalnya pernah menyingung merebaknya pemikiran yang yakin shalat cukup dengan niat, atau tidak melaksanakan shalat jum’at di mesjid. Cukup berbaring di rumah dan menghayalakan, setelah itu pulang.

Baca Juga :  Ketua Bhayangkari Daerah Banten Wie Rudy Heriyanto Kunker Ke Bhayangkari Cabang Pandeglang

Ahamdiyah yang pernah buat ricuh di Cikeusik sana di paruh tahun 2008, telah banyak yang tahu tetapi minus penindakan hingga berujung pada konflik berdarah. Dunia menyorot Indonesia masa itu.

Membicarakan ajaran sesat, bagi saya, fenomenanya seperti sekali dengan jalan rusak. Bagimana tidak, di mana-mana mudah sekali kita menemukan jalan rusak dan berlubang, tak jarang dekat sekali akrab sentra kekuasaan.

  • Bagikan