Duduk Perkara Akut: Momen Ajaran Sesat Dan Jalan Rusak Trend

  • Bagikan
Default Social Share Image

Di pasal 24 ayat (1) UU No. 22 menyebutkan bahwa pegawanegeri terkait bisa diseret ke meja hijau jikalau membiarkan jalan rusak. Kalau ada jalan rusak sekalipum belum diperbaiki setidaknya mesti diberi palang/tanda sebagai pengingat bagi pengguna jakan.

Di ayat tersebut jelas menyebutkan kalau jalan rusak mengakibatkan kecelakaan maka aturan menunggu aparatur terkait dengan aturan dari 6 bulan – 5 tahun. Dengan denda 1,5 juta hingga 120 juta.

Kalau saja UU ini tegas, cepat, serius diterapkan di seluruh daerah Indonesia mungkin kita tak akan melihat ibu muda di penggarangan Lebak kehilamgan bayinya alasannya terusan jalan dari rumah ke Puskesmas sekitar 7 km tak bisa diakses kendaraan beroda empat, dia hanya tergeletak dirandu.

Baca Juga :  Irna-Tanto Klaim Menang 70 Persen Dari Hasil Quick Count Media Center

Atau kita masih ingat saat penjualsayuran di jalan dekat sangkar sapi, Serang, dibegal oleh pemuda mabuk berujung padanya pembunuhan dan pelecehan seksual. Tak lain, jalan di sana rusak, korban memilih jalan yang patut. Saat itulah dicegat pelaku, maka terjadi hal yang tak diharapkan.

  • Bagikan