Gmni Pandeglang Kritisi Penayangan Debat Publik Di Hari Kerja

  • Bagikan
Default Social Share Image

“Akan tetapi kalau kita melihat waktu pelaksanaan Debat Pilkada Pandeglang, dikerjakan di jam yang “genting”, di mana warga masyarakat Pandeglang sedang melaksanakan rutinitasnya selaku petani, selaku nelayan, selaku buruh, selaku pedagang, selaku karyawan dan selaku wirausaha lainnya. Harus dikenang bahwa Pandeglang yakni Daerah agraris yang sebagian besar warganya yaitu wiraswasta atau wirausaha yg tidak mengenal ‘WFH’, sore atau malam hari yakni waktu yang santai bareng keluarga di rumah, dimana acara debat Pasangan Calon bisa dilihat, diketahui bahkan dinikmati dengan secangkir kopi dan Ubi. Mestinya KPU Pandeglang berpikir hingga sejauh itu, jangan sampai acara debat hanya jadi program ceremonial tanpa makna hanya utk menggugurkan kewajiban saja. Jangan lupa salah satu prinsip penyelenggaraan pemilu yakni asas efisiensi dan efektivitas, maka jika program debat tersebut tidak efektif maka penyelenggara telah melanggar prinsip penyelenggaraan pemilu itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  6 Tahun Terbaring Sakit, Nenek Karti Di Pandeglang Butuh Perlindungan

Pihaknya juga mengaku, selaku bagian dari komponen penduduk yang peduli terhadap kemajauan Pandeglang, acara debat terbuka ke depan dibungkus dengan se-efektif mungkin dan memikirkan waktu tayangnya. Kalau Mengacu pada PKPU 4 tahun 2017 sebagai mana diubah dengan PKPU 11 tahun 2020 pada pasal 20 ayat (4) disebutkan “debat publik atau debat terbuka dapat disiarkan ulang pada abad kampanye”. Maka mampu juga debat yang digelar di jam kerja disiarkan ulang di sore atau malam hari yang lebih refresentatif.

  • Bagikan

KABAR PANDEGLANG ONLINE