Harga Kedelai Mahal, Usahawan Tahu-Tempe Di Pandeglang Menjerit

  • Bagikan
Default Social Share Image

PANDEGLANG – Mahalnya harga kedelai menciptakan para pebisnis tahu-tempe di Kabupaten Pandeglang “menjerit”. Demi tetap berjalannya usahanya mereka, para produsen tahu-tempe melakukan berbagai upaya diantaranya, memaksimalkan serta menghemat ukuran tahu-tempe menjadu lebih kecil.

H. Ocid, salah satu pengusaha tahu-tempe di Kecamatan Saketi, Pandeglang, mengungkapkan, selain dipusingkan oleh meroketnya harga materi baku kedelai, dia juga tengah dirundung persoalan baru. Ia mengaku kesusahan untuk memasarkan produknya di daerah Pandeglang karena mesti berkompetisi dengan produk tahu-tempe yang didatangkan dari luar tempat.

“Caranya terpaksa mesti begitu, mau bagaimana lagi kan mesti diadaptasi dengan keperluan pasar. Kita juga harus menutup ongkos bikinan, belum lagi bayar karyawan,” katanya mirip dilansir dari detik.com

Baca Juga :  Keren, Ikan Cumi Asal Pandeglang Tembus Ekspor Pasar Asia Dan Eropa

Ia mengatakan, sebelum peningkatan kedelai ia bisa menyuplai produknya sampai puluhan box besar ke sejumlah pasar di daerah Pandeglang dan Serang. Namun sehabis adanya kelangkaan materi baku, ia harus memutar otak sebab barang usahanya banyak yang tidak laris lantaran mesti bersaing dengan tahu-tempe yang didatangkan dari kota-kota besar.

  • Bagikan

KABAR PANDEGLANG ONLINE