Harga Kedelai Mahal, Usahawan Tahu-Tempe Di Pandeglang Menjerit

  • Bagikan
Default Social Share Image

“Distribusi juga kini jadi terbatas, banyak saingannya dari luar. Kalau mau lihat barang, ya pasti kita kalah. Soalnya mereka barangnya elok terus tahan beberapa hari, jika dari kita kan alami dan cuma bertahan sehari doang di pasaran,” ungkapnya.

Atas keadaan tersebut, H. Ocid pun berharap ada intervensi dari pemerintah tempat semoga bisa menormalkan kembali harga bahan baku tahu-tempe. Mengingat, Kabupaten Pandeglang, kata beliau, juga mempunyai lahan yang luas serta tidak kekurangan petani kedelai di beberapa daerah.

“Makanya, ieu kacang naraek kunaon caricing bae, kunaon ieu (Makanya, ini kacang kedelai harganya naik kenapa pada membisu aja, ada apa ini). Padahal di Pandeglang ini banyak lahannya, petaninya juga banyak, tetapi jika pas panen malah terlantar,” tuturnya.

Baca Juga :  Mengenal Fadil, Usahawan Muda Jamur Tiram Dari Pandeglang Yang Memberi Inspirasi

Diketahui, harga kedelai untuk bahan baku pembuatan tahu-tempe dikala ini mengalami lonjakan drastis selama pandemi virus Corona (COVID-19). Normalnya, harga kedelai ada di kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram (Kg), sekarang naik menjadi sekitar Rp 9.500/Kg. (Red)

  • Bagikan

KABAR PANDEGLANG ONLINE