Kebijakan Cerdas Seorang Sulthan Banten

  • Bagikan
Kebijakan Cerdas Seorang Sulthan Banten

Namun selalu mementingkan kesejahteraan rakyat.

Kota Banten Girang, menurut Babad Banten, dibawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanudin putra sunan gunung djati atau SyechSyarief Hidayatulah. Banten Girang jatuh antara tahun 1526 oleh Maulana Hasanudin yang pada saat itu Banten Girang dipimpin oleh Prabu pucukumun yang pada saat itu Banten girang masih dibawah pengaruh kerajaan sunda Padjajaran yang masih menganut sundawiwitan.

Setelah itu Banten Girang ditinggalkan dan pusat kerajaan dipindahkan ke Suroowan, dekat teluk Banten. Letak ibukota Surosowan di Teluk Banten sangat strategis untuk pertumbuhan dan perkembangan, bahkan memuncaknya masa kejayaan kesultanan Banten. Atas petunjuk Syarief Hidayatullah (Sunan Gunung Djati), Maulana Hasanudin membuat keratin, masjid, alun-alun, pasar, dan kelengkapan lainnya bagi suatu kota ditepat yang baru, sejak saat itulah kesultanan Banten berdiri, dengan sultan Maulana Hasanudin sebagai sultannya.

Baca Juga :  Camelia Farhana, Ternyata Begini Rasanya Menjaga Komitmen dan Kepercayaan untuk Kesuksesan

Kesultanan Banten memiliki wilayah yang sangat strategis yaitu dianatara jalur lalu lintas perdagangan pesisir barat pulau sumatera dan pesisir pulau rempah-rempah Maluku. Peran perdagangan di Banten makin besar saat Malaka saat itu dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511M.

  • Bagikan