Kebijakan Cerdas Seorang Sulthan Banten

  • Bagikan
Kebijakan Cerdas Seorang Sulthan Banten

Sikap dan tingkah laku Portugis di Malaka yang memaksa untuk memonopoli perdagangan dan bahkan cenderung selalu memusuhi pedagang-pedagang tuk memonopoli perdagangan dan bahkan cenderung selalu memusuhi pedagang-pedagang yang Beragama Islam yang pada akhirnya menimbulkan rasa benci dan  permusuhan. Padahal kenyataannya pada umumnya pedagang Asia Tenggara beragama Islam.

Karena sikap-sikap portugis yang semena-mena itu, maka Para pedagang Muslim enggan berlabuh di Bandar Malaka. Bahkan banyak sekali pedagang Muslim yang awalnya di Malaka pindah ke Aceh, Banten, Cirebon, dan Demak. Sikap Angkuh bangsa Portugis ini akhirnya menimbulkan kapal-kapal pedagang bangsa Arab, Parsi, India, Cina, dan bangsa lainnya enggan melewati selat Malaka. Keadaan dan situasi tersebut mendoorong para pedagang dari arab,India, Parsi,Cina maupun lainnya untuk berpindah jalur.

Baca Juga :  Teman Sendiri Sering Mengkhianati Kamu Ternyata Karena 5 Hal Ini

Walaupun melalui jalur yang sulit, dapat berhubungan langsung dengan pelabuhan-pelabuhan dikepulauan Nusantara melalui Selat Sunda. Hal ini menyebabkan jalur pelayaan niaga beralih dari Selat Malaka menuju Selat Sunda. Para pedagang dari luar Nusantara tidak singgah terlebih dahulu di Selat Malaka, tetapi menyusuri pantai utara Sumetara terus membelok ke Aceh Barat, Barus, Singkel,  Padang, Pariaman, dan Salinda kemudian terus berlayar hingga singgah dipelabuahan Banten. Dari pelabuhan inilah barang-barang perniagaan yang nantinya didistribusikan.

  • Bagikan