Komposisi Penduduk Indonesia

  • Bagikan

KABARPANDEGLANG.COM – Komposisi penduduk yakni pengelompokan penduduk berdasarkan usia/ umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, daerah tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara sebab dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan ataupun penentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan.

Gambaran mengenai komposisi penduduk perlu dikaji atau dipelajari sebab banyak sekali alasan, antara lain, alasannya setiap penduduk niscaya memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula.

Pemerintah dapat merancang kegiatan atau perencanaan yang sesuai dengan kemampuan penduduk. Pemerintah juga dapat menata kebutuhan sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diubahsuaikan dengan kebutuhan penduduknya.

Oleh karena itu, dengan mengetahui komposisi penduduk, dapat dibuat pertimbangan yang logis, matang, dan bermakna sehingga tidak menjadikan adanya kesalahan (bias) dalam pengambilan keputusan ataupun penenentuan akal dalam pelaksanaan pembangunan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia

Komposisi penduduk berdasarkan usia/umur dapat dibuat dalam bentuk usia tunggal, seperti 0, 1, 2, 3, 4, sampai 60 tahun atau lebih. Komposisi penduduk dapat juga dibuat berdasarkan interval usia tertentu, seperti 0–5 (usia balita), 6–12 (usia SD), 13–15 (usia SMP), 16–18 (usia SMA), 19–24 (usia Perguruan Tinggi), 25–60 (usia dewasa), dan >60 (usia lanjut).

Selain itu komposisi penduduk juga dapat dibuat berdasarkan usia produktif dan usia nonproduktif, misalnya: usia 0–14 (usia belum produktif), 15–64 (usia produktif), dan usia >65 (tidak produktif).

Contoh pengunaan komposisi penduduk

  • Komposisi penduduk berdasarkan usia yaitu dalam perencanaan acara Wajib Belajar (Wajar). Dengan mengamati dan menganalisis jumlah penduduk tiap-tiap kelompok usia maka mampu diketahui berapa jumlah anak yang harus bersekolah, sarana dan prasarananya, berapa jumlah pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung acara tersebut.
  • Contoh lain penggunaan komposisi penduduk berdasarkan usia, yaitu dalam perencanaan pembangunan nasional. Komposisi penduduk berdasarkan usia dapat juga dipakai menghitung kebutuhan serta cadangan pangan nasional.
  • Komposisi penduduk menurut usia produktif dan nonproduktif dapat dipakai untuk menghitung angka ketergantungan (dependency ratio). Angka ini sangat penting diketahui alasannya mampu memperkirakan beban tiap penduduk nonproduktif untuk menopang kebutuhan hidupnya.
Baca Juga :  Efek Keunggulan Lokasi Terhadap Cara Berkomunikasi

Permasalahan dalam komposisi penduduk lainnya yakni apabila jumlah penduduk dengan usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 65 tahun jumlahnya lebih besar dibandingkan usia produktif (15-65 th). Hal tersebut mampu menyebabkan penduduk usia produktif menanggung hidup seluruh penduduk usia nonproduktif.

Sebaliknya, jikalau semakin kecil angka ketergantungan, akan semakin kecil beban dalam menopang kehidupan penduduk usia nonproduktif.

Angka ketergantungan dapat dicari dengan rumus berikut:

Angka Ketergantungan = a  x 100
b

Keterangan:

AK = Angka Ketergantungan (dependency ratio)
a = jumlah penduduk belum/tidak produktif (0-14 tahun dan >65 tahun)
b = jumlah penduduk produktif (15 – 64 tahun)
100 = dihitung perseratus penduduk

Contoh perhitungan:

Diketahui jumlah penduduk Desa Sukamakmur yang berusia kurang dari 15 tahun sebanyak 5400 jiwa dan penduduk berusia 15 – 64 tahun sebanyak 11.450 jiwa, sedangkan penduduk berusia di atas 65 tahun sebanyak 850 jiwa. Hitunglah angka beban ketergantungannya!
Diketahui: a = 5.400+850 = 6.250 jiwa, b = 11.450 jiwa

AK = a  x 100
b
AK = 6.250  x 100 = 54,49
11.450

AK = 54,49 artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 54,49 (dibulatkan 55 jiwa) yang tidak produktif.

Bonus demografis yakni keadaan di mana komposisi penduduk kita sangat menguntungkan dari sisi pembangunan alasannya adalah jumlah penduduk usia kerja atau usia produktif cukup besar, sedang penduduk usia muda semakin sedikit dan penduduk usia lanjut belum banyak.

Bonus demografis yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia, khususnya pada periode 2010-2035 adalah berupa penduduk usia produktif yang jumlahnya cukup besar. Penduduk usia produktif jumlahnya mencapai sekitar 70% atau mencapai 160-180 juta jiwa pada 2020, sedang yang 30% nya ialah penduduk yang tidak produktif (usia kurang dari 15 tahun dan usia lebih dari 65 tahun).

 Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia Komposisi Penduduk Indonesia

Dari gambar di atas kita mampu melihat bagaimana kondisi bonus demografis Indonesia. Perhatikan rentang tahun 2010-2020. Pada gambar tersebutkelompok umur di atas 65 tahun (Elderly) berjumlah di bawah 10%, kelompok belum dewasa umur 0-14 tahun di bawah 30 %. Dengan demikian maka kelompok tidak produktif sekitar 40%, berarti kelompok produktif sekitar 60%.

Atau secara sederhana setiap 100 penduduk, terdapat 60 orang yang mencari nafkah. Jika kelompok usia produktif ini mempunyai kompetensi yang memadai sesuai dengan yang dibutuhkan, maka akan menjadi potensi sumber daya insan yang sangat berarti bagi pembangunan bangsa dan negara.

Tetapi apabila kelompok ini tidak/kurang mempunyai kompetensi yang dibutuhkan untuk pembangunan, maka kelompok ini justru akan menjadi beban yang luar biasa berat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin juga penting untuk diketahui, alasannya dapat dipakai dalam menghitung angka perbandingan jenis kelamin (sex ratio). Perbandingan tersebut mampu dipakai untuk memperkirakan bentuk pemberdayaan penduduk sebagai sumber daya manusia sesuai dengan karakteristiknya. Misalnya, berkenaan dengan pekerjaan, tanggung jawab, serta bentuk pengembangan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan potensi dan kemampuan penduduk.

Pada zaman dahulu, kaum laki-laki lebih dominan untuk berusaha (bekerja) dan mempertahankan diri. Pada saat itu, teknologi masih sangat sederhana sehingga hanya penduduk yang memiliki tenaga dan kemampuan fisik yang besar lengan berkuasa yang dapat bertahan hidup. Akan tetapi, sehabis teknologi berkembang dengan cepat dan modern, sesuai pula dengan prinsip emansipasi wanita, ternyata hampir semua jenis pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh kaum pria juga mampu dikerjakan oleh kaum wanita.

Piramida Penduduk

Piramida penduduk yakni dua buah diagram batang pada satu sisi memperlihatkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menawarkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia lima tahunan. Penduduk laki-laki biasanya digambarkan di sebelah kiri, sedangkan penduduk wanita di sebelah kanan.

 Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia Komposisi Penduduk Indonesia

Piramida penduduk memiliki manfaat mirip; mengetahui perbandingan jumlah penduduk pria dan wanita, mengetahui pertumbuhan penduduk di suatu negara, mengetahui jumlah penduduk usia sekolah, dan mengetahui golongan penduduk produktif dan tidak produktif. Dengan demikian, piramida penduduk menjadi data penting untuk menjadi salah satu dasar pembuatan keputusan penting di suatu negara.

Data ihwal komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan dalam suatu grafik pada ketika tertentu yang disebut piramida penduduk. Komposisi penduduk berdasarkan umur dapat dibedakan menjadi kelompokkelompok, contohnya:

  • Penduduk usia muda umur 0 – 20 tahun
  • Penduduk usia dewasa umur 21 – 55 tahun
  • Penduduk usia tua umur > 55 tahun

Dengan membaca piramida penduduk suatu negara, kamu dapat memperoleh banyak data dan informasi perihal kondisi penduduk tersebut. Misalnya berapa persen jumlah penduduk yang tidak produktif, berapa persen jumlah wanita, dan sebagainya. Piramida penduduk dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

1) Piramida Penduduk Muda

Piramida penduduk muda menggambarkan kondisi penduduk yang sedang tumbuh dengan ditandai oleh tingkat kelahiran yang tinggi sehingga penduduk usia muda lebih besar daripada penduduk usia bau tanah.

Piramida Penduduk muda mempunyai ciri-ciri :

  • Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda
  • Kelompok usia renta jumlahnya sedikit
  • Tingkat kelahiran bayi tinggi
  • Pertumbuhan penduduk tinggi

Pada piramida penduduk tersebut, sebagian besar jumlah penduduk ada di usia di bawah 20 tahun. Piramida penduduk muda juga disebut piramida kerucut sebab bentuknya ibarat kerucut, di bawahnya lebih lebar dibandingkan bab puncaknya.

Piramida penduduk muda memberikan angka ketergantungan yang tinggi. Penduduk usia produktif banyak menanggung beban usia muda dan bau tanah. Suatu negara yang memiliki piramida penduduk muda, dibutuhkan motivasi kerja yang tinggi bagi penduduk usia produktif supaya mampu menghidupi penduduk usia nonproduktif (usia muda dan renta).

Proporsi yang besar dari usia muda ini merupakan penghambat bagi pembangunan ekonomi, sebab penduduk golongan usia muda cenderung menurunkan tingkat penghasilan per kapita dan mereka merupakan konsumen dan bukan sebagai produsen dalam perekonomian.

2) Piramida Penduduk Dewasa

Piramida penduduk dewasa menggambarkan komposisi penduduk usia muda seimbang dengan komposisi penduduk usia bau tanah dimana jumlah penduduknya dalam keadaan tetap atau seimbang. Oleh sebab itu bentuk piramida ini disebut juga piramida penduduk tetap (stasioner), ada juga yang menyebut istilah piramida granat karena bentuknya ibarat granat.

Piramida Penduduk Stasioner mempunyai ciri-ciri :

  • Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama
  • Tingkat kelahiran rendah
  • Tingkat ajal rendah
  • Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat

Suatu negara yang mempunyai komposisi penduduk seperti piramida penduduk sampaumur angka ketergantungannya rendah karena usia produktif lebih banyak. Negara yang memiliki piramida mirip ini tetap harus bekerja keras, biar pendapatan meningkat sehingga tingkat kemakmuran semakin tinggi.

3) Piramida Penduduk Tua (constructive)

Piramida penduduk tua menggambarkan komposisi penduduk usia bau tanah lebih besar daripada penduduk usia muda atau cukup umur. Piramida penduduk ini digambarkan seperti kerikil nisan sehingga piramida ini disebut piramida kerikil nisan.

Piramida Penduduk constructive mempunyai ciri-ciri :

  • Sebagian besar penduduk berada kelompok usia cukup umur atau tua
  • Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit
  • Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat ajal
  • Pertumbuhan penduduk terus berkurang

Suatu negara yang mempunyai komposisi penduduk piramida penduduk renta, kondisinya hampir sama dengan negara yang mempunyai piramida penduduk muda. Keduanya sama-sama menggambarkan usia nonproduktif lebih banyak daripada usia produktif. Akibatnya angka ketergantungannya tinggi.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

  • Bagikan