Melihat Perjuangan Emping Melinjo Di Cijeruk Pandeglang, Tetap Eksis Di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Default Social Share Image

Untuk mengakali turunnya pemasaran, dirinya kadang-kadang mengurangi jumlah bikinan untuk sementara waktu. Yang terpenting bagi Ursih, bikinan emping masih berlangsung agar mampu membayar honor para pekerja.

“Setiap hari produksi itu 30-50 liter, tergantung jumlah para pekerja. Yang kerja semuanya ada 7 orang. Alhamdulillah kini telah banyak yang tiba untuk pesan eksklusif kesini,” ungkapnya.

Melihat Perjuangan Emping Melinjo Di Cijeruk Pandeglang, Tetap Eksis Di Tengah Pandemi

Untuk dikenali, emping melinjo yang diproduksi di tempat ini lazimnya didistribusikan ke sentra buah tangan dan daerah wisata yang ada di Kabupaten Pandeglang. Selain itu, emping yang dijual mentah ini juga telah tembuh pasar luar kawasan seperti, Serang, Bandung, dan Palembang.

BELUM PERNAH DAPAT BANTUAN UMKM

Baca Juga :  Kampung Korea Di Pandeglang, Kenalkan Budaya Ajaib Lewan Kawasan Wisata

Ursih mengaku, semenjak digelontorkannya program bantuan UMKM oleh pemerintah, dirinya sampai saat ini belum pernah mendapatkan perlindungan tersebut. Padahal, semenjak adanya gosip perlindungan tersebut Ursih dan suami telah pernah mengajukan permintaan tunjangan tersebut terhadap Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang.

“Sejak ada gosip ada tunjangan untuk perjuangan UMKM saya sudah mengajukan, kelengkapannya juga telah. Tapi hingga ketika ini belum pernah dapat,” tuturnya.

  • Bagikan