Operasional Pesantren Di Lebak Unggulkan Hasil Akal Daya Jamur Tiram

  • Bagikan
Default Social Share Image

LEBAKOperasional pesantren berbudidaya jamur tiram di masa Pandemi Covid-19 hasil pemasaran untuk makan para santri dan operasional pesantren pandemi covid-19 telah berpengaruh kepada perekonomian penduduk dan ekonomi pesantren di Kabupaten Lebak. Untuk itu, pondok pesantren (Ponpes) dituntut untuk inovatif dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha.

Contohnya, Ponpes Al-Kanza di Koeng, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak, melakukan budidaya jamur tiram dan hasilnya dimanfaatkan untuk operasional pesantren.

Civitas akademika Ponpes Al-Kanza memiliki unit perjuangan budidaya jamur tiram sejak awal tahun 2020. Kegiatan usaha tersebut telah membuahkan hasil dan memperlihatkan faedah untuk mendukung kegiatan pesantren. Bahkan, para santri yang berasal dari keluarga tidak mampu mendapatkan topangan ongkos dari hasil pemasaran jamur tiram. Karena biaya makan dan operasional berguru mengajar di pesantren terpenuhi dari unit usaha tersebut.

Baca Juga :  Di Pandeglang, Aparatur Desa Jadi Garda Terdepan Lawan Penyebaran Virus Korona

Dalam sehari, pengelola Ponpes Al-Kanza mendapatkan jamur tiram kurang lebih sebanyak 85 kilogram. Jamur tiram tersebut dijual terhadap pedagang yang tiap pagi datang ke pesantren dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

  • Bagikan

KABAR PANDEGLANG ONLINE