Pembubaran Kerumunan Masa Di Kota Cilegon Dinilai Tebang Pilih

  • Bagikan
Default Social Share Image

CILEGONKegiatan penindakan kerumunan masa yang dijalankan Sat Pol PP Kota Cilegon, dinilai tebang pilih. Hal ini terbukti dari masih maraknya daerah hiburan malam dan bar yang bebas melaksanakan aktifitas live musik meski belum lama ini Gubernur Banten telah mengeluarkan aturan ihwal perpanjangan pembatasan sosial berukuran besar (PBB).

Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah kafe dan kedai makanan yang menjadi langganan penindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Cafe Gue, Gram Cafe, Warciban dan Kedai Carita.

Mereka terpaksa mesti rela omset pendapatan bisnisnya merosot drastis alasannya larangan aktifitas live music grup band. Alasannya berpeluang memicu kerumunan era. Padahal, aktifitas itulah yang menopang tamu untuk datang bermalas-malasan sambil makan atau sekedar menyeruput kopi.

Baca Juga :  Kembali Maju, Alawi Mahmud Ingin Perbaiki Kondisi Pan

“Ramai sedikit saja dibubarkan. Padahal kami sulit payah cari orang yang hendak datang ke sini kini. Setiap week end (Jumat, Sabtu dan Minggu) selalu dihimbau untuk tidak ada live music. Ada atau tidak, jikalau ramai tetap dibubarkan,” kata Rizki, Manager Cafe Gue Cilegon, Jumat (01/01/2021).

  • Bagikan