Pengolahan Data Hasil Penelitian

  • Bagikan
Pengolahan Data Hasil Penelitian

KABARPANDEGLANG.COM – Data adalah kumpulan nilai dari suatu obyek. Data mentah diambil dari sampel atau populasi. Jenis data berdasarkan cara memperolehnya dibagi menjadi data primer dan data sekunder.

Data primer adalah secara eksklusif diambil dari objek / obyek penelitian Data sekunder yakni data yang didapat tidak secara pribadi dari objek penelitian. Peneliti menerima data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan aneka macam cara atau metode.

A. Pengelompokan Data yang Telah Terkumpul

Data yang telah terkumpul segera dikelompokkan untuk dapat mempermudah pengolahan data. Perlu dibedakan data kualitatif, data kuantitatif, data eksklusif, data primer, data sekunder, data tertulis, data verbal, dan data relevan.

1. Pengelompokan Data Dengan Statistik

Statistik adalah kumpulan dari cara dan hukum mengenai pengumpulan, pengolahan, penafsiran, dan penarikan selesai dari data yang berupa angka. Statistik dibedakan dua macam, ialah statistik deskriptif dan statistik induktif

  1. Statistik Deskriptif. Statistik deskriptif ialah statistik yang membicarakan perihal penyusunan data dalam daftar dan pembuatan grafik yang tidak menyangkut penarikan simpulan. Pengolahan yang bersifat analisis dan interpretasi data termasuk dalam statistik deskriptif selama tidak menyangkut penarikan selesai yang berlaku umum atau pembuatan generalisasi.
  2. Statistik Induktif. Statistik induktif ialah bagian statistik mengenai semua hukum dan cara yang dapat digunakan sebagai alat dalam mencoba menarik final yang berlaku umum dari data yang tersusun dan diolah sebelumnya. Dalam statistik induktif, peneliti mencari keterangan yang berlaku umum, yakni menciptakan generalisasi dari data yang sedang dihadapi dan sengaja dikumpulkan untuk tujuan itu.

2. Guna dan Ciri Statistik

Dalam surat kabar atau majalah sering dijumpai angka statistik. Angka statistik berkhasiat untuk bahan keterangan bagi orang atau badan yang memerlukannya. Contoh :

  1. Kepolisian mencatat angka kejahatan dan pelanggaran kemudian lintas agar perjuangan untuk menguranginya dapat direncanakan dan dilaksanakan lebih efektif dan lancar.
  2. Pemerintah sentra dan daerah memerlukan data penduduk tempat dan penduduk nasional dengan tujuan untuk memudahkan pembuatan rencana perekonomian dan pembangunan. Sebagian dari data itu digunakan untuk menilai hasil yang dicapai dengan memakai rencana periode lampau dan sebagian diperlukan untuk menciptakan rencana untuk era yang akan tiba.
  3. Departemen Pendidikan Nasional haruslah mampu menaksir jumlah penduduk Indonesia di tahun yang akan tiba atau memperkirakan jumlah anak yang harus memasuki sekolah pada tahun itu, membuat rencana yang lebih sempurna mengenai jumlah ruangan sekolah yang harus dibangun, dan berapa banyak komplemen tenaga guru yang diperlukan.
Baca Juga :  Cara Melestarikan Budaya Bangsa

Ciri-ciri statistik ada tiga macam, ialah:
1) bekerja dan mengolah data yang bersifat umum,
2) bekerja dengan memakai angka, dan
3) bekerja secara objektif.

B. Mengenali Kecenderungan Umum Data Dengan Bantuan Statistik Sederhana

a. Distribusi Frekuensi

Dalam penelitian yang menggunakan sampel random, peneliti telah mengumpulkan data umur akspetor KB di tempat A sebagai berikut. 35, 32, 17, 30, 37, 20, 24, 43, 30, 21, 45, 25, 37, 23, 35, 35, 30, 21, 35, 23, 24, 30, 20, 30, 25, 24, 24, 40, 35, 37, 37, 40, 35, 40

Dari nilai tersebut disusun secara teratur mulai dari umur termuda hingga tertua. Setelah diurutkan, diketahui jumlah akseptor untuk umur itu. Kumpulan pasangan nilai dengan frekuensinya disebut distribusi frekuensi, di mana X menyatakan umur yang dicapai dan f(X) menyatakan frekuensi pada umur itu.

Panjang interval yang memberikan batas bawah dan batas atas nilai pengamatan disebut range. Nilai dalam pengamatan sampel tidak ditemukan di luar batas-batas ini.

Besarnya range adalah selisih antara nilai terbesar dengan nilai yang terkecil. Dari data penerima KB kawasan A tersebut, range dari sampel dimulai dari nilai 17 dan berakhir pada nilai 45. Kaprikornus, besarnya range = 45 – 17 = 28. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut.

Umur x Turus Frekuensi
17 I 1
20 II 2
21 II 2
23 II 2
24 IIII 4
25 II 2
30 IIII 5
32 I 1
35 IIII I 6
37 IIII 4
40 III 3
43 I 1
45 I 1
Jumlah 34

Dari data tersebut dapat dikelompokkan dengan interval 15 – 19, 20 – 24, 25 – 29, 30 – 34, 35 – 39, 40 – 44, 45 – 49 sehingga distribusi frekuensinya terlihat mirip tabel berikut.

Tabel 2.
Distribusi Frekuensi Dari Sampel Akseptor KB Daerah A

Umur x f (Kelas Umur)
15-19 1
20-24 10
25-29 2
30-34 6
35-39 10
40-44 4
45-49 1
Jumlah 34

Cara perhitungan, titik tengah interval golongan tersebut dipakai sebagai nilai X dari golongan. Pada tabel di atas, titik tengah golongan yaitu 17,5; 22,5; 27,5; 32,5; 37,5; 42,5; dan 47,5 dengan frekuensi masing-masing 1, 10, 2, 6, 10, 4, dan 1.

Frekuensi tersebut untuk mempermudah perhitungan dan dianggap terjadi pada titik tengah tiap-tiap golongan. Kalau dibuat diagram dapat memudahkan dalam melihat perbandingan frekuensi dari aneka macam kelas atau kategori.

Baca Juga :  Jenis Jenis Penelitian Sosial

Histogram merupakan gambaran diagram berbentuk balok atau petak. Lebar balok menunjukkan panjang interval kelas, kelompok atau satuan, sedangkan luas balok menunjukkan frekuensi kelompok. Dengan bentuk itu mudah dibandingkan frekuensi dari kelompok yang satu dan kelompok yang lain.

Jika titik tengah dari garis atas balok dihubungkan antara yang satu dengan lainnya, diagram yang didapat merupakan suatu poligon. Contoh penyajian diagram histogram dan poligon distribusi frekuensi dari Tabel 2.

Data adalah kumpulan nilai dari suatu obyek Pengolahan Data Hasil Penelitian

Contoh penyajian diagram bundar dengan persen dari Tabel 2. Suatu bundar dibagi menjadi bagian-bab dan luas setiap bagian yakni frekuensi relatif kelas yang dinyatakan dalam persen.
15 – 19 = 2,9%
20 – 24 = 29,4%
25 – 29 = 5,9%
30 – 34 = 17,6%
35 – 39 = 29,4%
40 – 44 = 11,8%
45 – 49 = 2,9%

Data adalah kumpulan nilai dari suatu obyek Pengolahan Data Hasil Penelitian

b. Ukuran Tendensi Sentral

Ukuran tendensi sentral merupakan indeks rata-rata dari distribusi nilai. Ada tiga macam ukuran tendensi sentral yang sering dipakai, adalah modus (mode), median, dan mean (nilai rata-rata hitung).

Tabel 3.
Wanita yang Pernah Kawin dan Mengikuti KB
Menurut Anak yang Dilahirkan di Daerah A

Jumlah Anak
(Xi)
Jumlah Wanita
f(Xi)
Jumlah Kumulatif
Wanita F(Xi)
78 78
1 465 543
2 630 1.173
3 583 1.756
4 453 2.209
5 348 2.257
6 262 2.819
7 158 2.977
8 88 3.065
9+ 69 3.134
Jumlah 3.134

1) Modus Atau Mode (Mo)

Modus adalah nilai yang paling besar frekuensinya. Pada Tabel 3, Mo sama dengan 2. Artinya, dari perempuan yang pernah kawin dan pernah menggunakan cara kontrasepsi, frekuensi yang terbesar (630) adalah untuk yang pernah melahirkan 2 anak.

Distribusi frekuensi dalam statistik mempunyai lebih dari satu mode. Misalnya, jika dua nilai dari X mempunyai frekuensi yang sama dan frekuensi ini ialah yang terbanyak maka dikatakan bahwa distribusi frekuensinya yakni bimodal. Frekuensi yang semua nilainya sama maka semua nilai yakni mode. Distribusi frekuensi semacam ini disebut uniform.

Dari Tabel 2 juga bimodal, kedua mode yakni 22,5 dan 37,5 (titik-titik tengah dari kelompok umur 20 – 24 dan 35 – 39.

2) Median (Md)

Median yaitu nilai yang merupakan pertengahan dari distribusi frekuensi. Artinya, 50% dari frekuensi terjadi pada nilai kurang atau sama dengan Md dan 50% lagi terjadi pada nilai lebih besar atau sama dengan Md.

Pada Tabel 3, Md = 3, ini dapat dilihat pada kolom ketiga yang menawarkan frekuensi kumulatif. Karena 50% dari sejumlah sampel 3134 ternyata sebanyak 1756 perempuan telah melahirkan anak hidup kurang atau sama dengan 3 orang.

Baca Juga :  Jenis-Jenis Tanggung Jawab Sebagai Warga Masyarakat

Median untuk data Tabel 2 adalah 32,5 (titik tengah kelompok umur 30 – 34). Karena 50% dari sampel yaitu 17, sedangkan 19 peserta berumur kurang dari atau sama dengan 32,5 tahun dan 21 peserta berumur lebih dari atau sama dengan 32,5 tahun. Kalau besarnya sampel (n) ganjil maka:

3) Nilai Rata-rata Atau Mean

Nilai rata-rata (mean) adalah jumlah semua nilai yang terjadi dalam distribusi dibagi atas jumlah pengamatan. Sebelum dihitung, nilai rata-rata data pada Tabel 3, kita perhatikan dulu nilai anak yang dilahirkan hidup. Untuk mempermudah perhitungan pada Tabel 3, kita temukan bahwa 9+ yaitu 9. Penentuan ini tergantung kepada akal peneliti

Data adalah kumpulan nilai dari suatu obyek Pengolahan Data Hasil Penelitian

C. Menggambarkan Hubungan Antara Berbagai Data

Dalam penyelidikan, banyak terjadi kekerabatan atau kaitan antara banyak sekali data di lapangan. Contoh:

  1. Daerah Kota yang Memiliki Banyak Industri dan Kota yang Tidak Memiliki Industri. Daerah kota yang memiliki banyak industri, angka urbanisasi lebih tinggi. Daerah kota yang tidak memiliki industri, angka urbanisasi lebih kecil.
  2. Daerah yang Subur dan Tandus. Daerah yang subur, jumlah penduduk cukup banyak, kepadatan lebih tinggi, dan penghasilan penduduk lebih tinggi dibanding kawasan yang tandus. Daerah yang tandus, jumlah penduduk relatif sedikit, kepadatan penduduk rendah dan penghasilan penduduk lebih rendah dibanding tempat yang subur.
  3. Daerah yang Curah Hujannya Tinggi dan Curah Hujannya Rendah Daerah yang curah hujannya tinggi, produksi pertanian beraneka ragam dan lebih banyak. Daerah yang kering (curah hujan rendah) produksi pertanian homogen dan lebih sedikit.

Di dalam penelitian kadang masa menemui data yang tidak mungkin dinyatakan di dalam bentuk angka atau bentuk jumlah. Data seperti ini disebut data kualitatif, misalnya renta, muda, bahagia, gemar,baik, sedang, golongan pendapatan tinggi, golongan pendapatan menengah, golongan pendapatan rendah.

Sebagai pasangannya, dinamakan data kuantitatif, yakni segala data yang mampu dinyatakan dengan angka, apabila hendak diselidiki kekerabatan antara data kualitatif, mampu dipergunakan analisis hubungan. Akan tetapi, dengan data kualitatif analisis tidak mampu dipergunakan.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

  • Bagikan