Penyusunan Rencana Keluarga Dan Kesehatan Reproduksi

  • Bagikan
Default Social Share Image

Muktiani Asrie Suryaningrum, S.Sos, MPH analis Kebijakan Ahli Madya BKKBN,

Pengurus Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI)

HARUS diakui memang dan tak terbantahkan bahwa laju pertumbuhan masyarakatIndonesia khususnya di abad 1970-an hingga 1990-an mampu dikendalikan sedemikian rupa berkat peran penting dan mencolokdari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan acara Keluarga Berencana (KB)-nya. Laju perkembangan penduduk berhasil ditekan, penduduk didorong menjadi keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang dinamis.

Gambaran keberhasilan acara KB mampu dilihat dengan mengacu pada proyeksi BKKBN perihal jumlah masyarakattahun 2000 yang diperkirakan meraih 280 juta jiwa, namun nyatanya dengan program KB hanya mencapai 206 juta jiwa. Sedangkan proyeksi tahun 2010 bila tanpa KB, diperkirakan menembus angka 340 juta jiwa. Faktanya, berkat acara KB, jumlah penduduk di tahun 2010 “cuma” 236,7 juta jiwa. Ini mampu dikatakan sebagai sebuah sukses besar yang layak diapresiasi.

Baca Juga :  Anda Perlu Tahu! 7 Tips Berbisnis di Instagram Agar Selalu Banjir Orderan

Harus diakui memang dan tak terbantahkan bahwa laju perkembangan penduduk Indonesia utamanya di periode 1970-an hingga 1990-an mampu dikendalikan sedemikian rupa berkat tugas penting dan menonjol dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan program Keluarga Berencana (KB)-nya. Laju kemajuan penduduk sukses ditekan, masyarakat didorong menjadi keluarga kecil senang dan makmur yang dinamis.

  • Bagikan

KABAR PANDEGLANG ONLINE