Kabar Pandeglang Online
Portal Berita PAndeglang Terkini & Terupdate

Perilaku Apresiatif Terhadap Musik Tempat Nusantara

48

KABARPANDEGLANG.COM – Apresiasi berarti kesadaran terhadap nilai seni dan budaya, dan mengapresiasi berarti melakukan pengamatan, penilaian, dan penghargaan contohnya terhadap karya seni. Setiap daerah di Nusantara yang terorganisir dalam bentuk provinsi, memiliki puluhan lagu wilayahnya masing-masing. Lagu tempat yakni lagu-lagu rakyat yang menyertakan unsur-unsur tradisi di dalamnya.

Hampir semua tempat yang ada di Indonesia ini memiliki musik daerah masing-masing yang berisi mengenai citra kehidupan masyarakat daerahnya tersebut secara umum. Musik kawasan merupakan musik yang dilahirkan secara turun menurun semenjak nenek moyang yang berakar dari budaya daerah.

Musik tradisional merupakan identitas dan kekayaan  dari Bangsa Indonesia, sehingga kita harus gembira dan wajib melestarikannya. Setiap kawasan mempunyai jenis musik sendiri-sendiri, sehingga itu akan menarik para wisatawan dari abnormal. Kecenderungan dari musih tempat baik lagu maupun instrumennya ialah sederhana.

Dari lagu-lagu tempat ini ada yang telah mencapai puncak budayanya, sehingga terangkat menjadi lagu Nusantara. Contohnya lagu Apuse, kini ini tidak hanya milik orang Irian Jaya, tapi seluruh bangsa Indonesia merasa mempunyai lagu tersebut.

Baca Juga :  Proklamasi Sebagai Peristiwa Bersejarah Bangsa.

Demikian juga dengan lagu-lagu yang lainnya seperti; Manuk Dadali, Warung Pojok, Es Lilin (Jawa Barat). Suwe Ora Jamu, Gambang Suling (Jawa Tengah). Anak Kambing Saya, Potong Bebek (NTT). Butet, Lisoi, Rambadia, Sinanggar Tulo, Sing Sing So (Sumbar) dan sebagainya.

Lagu dan musik daerah lahir dan berasal dari tradisi rakyat atau budaya daerah. Ciri-ciri lagu dan musik daerah antara lain sebagai berikut.

  1. Alat musiknya memiliki ciri khas.
  2. Unsur kebersamaan dan kerakyatannya sangat kental.
  3. Penciptanya jarang diketahui namanya atau anonim.
  4. Syair dan melodinya menggunakan bahasa kawasan setempat.
  5. Dipelajari turun temurun secara mulut

Berikut ini slalah satu acuan lagu tempat dari Jawa Barat.

Apresiasi berarti kesadaran terhadap nilai seni dan budaya Sikap Apresiatif Terhadap Musik Daerah Nusantara

Sikap apresiatif dapat dilakukan dengan cara mempelajari lagu-lagu tempat lain. Lebih menyenangkan bila dilakukan bersama sobat-sobat. Lakukan latihan memainkan alat musik pada lagu tempat. Ekspresikan diri melelui lagu tempat.

Baca Juga :  Para Penerus Usaha Nabi Muhammad Saw.

Untuk menumbuhkan rasa cinta kita terhadap musik tanah air, bangsa dan budaya, kita harus menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni musik tradisional yang kita miliki. Keunikan ini merupakan nilai lebih dari kekayaan budaya kita yang tidak dimiliki bangsa lain. Sikap apresiatif ini juga yang digunakan sebagai filter untuk mengantisipasi masuknya budaya ajaib dari bangsa lain yang dapat menggeser nilai-nilai budaya serta keunikan seni musik tradisional yang kita miliki.

Kebudayaan kita memiliki beragam seni musik tradisional yang unik. Sebagai pola : kita mempunyai seni musik Karawitan yang sangat terkenal di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Seni musik ini menggunakan seperangkat gamelan. Namun, dalam perkembangannya sekarang Karawitan sudah mulai memudar dibenak masyarakat Indonesia. Karena itu, kita harus tetap melestarikannya.

Dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur kita memiliki Sasando. Sasando merupakan alat musik tradisional khas Pulau Rote, dan keberadaan alat musik tradisional ini bisa dikatakan terombang-ambing tak tentu arah di tengah gencarnya arus industri musik dikala ini. Instrument petik yang menjadi salah satu kekayaan budaya yang penting di Nusantara ini nyaris tak didengar oleh masyarakat di negeri kita sendiri.

Baca Juga :  Masyarakat Bali Yang Bersatu

Berbagai seni dan alat musik tradisional yang terpaparkan di atas merupakan segelintir bagian dari keunikan dan kekayaan budaya yang kita miliki. Kita harus menghargai, melestarikan, dan mengapresiasi kekayaan seni musik tradisional kita, agar tidak lenyap ditelan waktu, supaya tidak kecewa karena budaya kita diklaim bangsa lain,.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More