Kabar Pandeglang Online
Portal Berita PAndeglang Terkini & Terupdate

Pertumbuhan Dan Perkembangan Abad Dewasa

12

KABARPANDEGLANG.COM – Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata Latin yang berarti usia menjadi orang, suatu kala dalam perkembangan dimana seorang anak dipersiapkan untuk bisa menjadi individu yang mampu melaksanakan tugas biologis adalah melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.

Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada abad ini baik laki-laki atau perempuan memperlihatkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah bisa menghasilkan sel kelamin yang matang.

A. Pubertas

Pubertas yakni perubahan menjadi cukup umur yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis). Masa pubertas disebut juga pintar balig. Pada era ini telah tercapai kematangan seksual yakni sistem reproduksi telah bisa menciptakan sel-sel kelamin (gamet). Periode ini dipengaruhi oleh produksi hormon kelamin dan kelenjar hipofisis.

Secara biologis, remaja yang memasuki pubertas telah siap untuk bereproduksi, namun belum tentu demikian kalau ditinjau secara segi psikis, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Masa pubertas pada laki-laki terjadi antara umur 10 – 14 tahun. Masa pubertas pada wanita biasanya terjadi pada usia 9 – 13 tahun.

B. Ciri-ciri Penting Pubertas

Puber atau pubertas merupakan tanda anak sudah mulai memasuki usia akil balig cukup akal. Pada dikala ini, anak mengalami aneka macam perubahan, terutama perubahan fisiknya. Perubahan fisik anak laki-laki dan perempuan saat memasuki usia pubertas berbeda, usia mulai pubertas juga berbeda antar keduanya.

Biasanya, anak perempuan lebih cepat memasuki usia pubertas dibandingkan dengan laki-laki. Ciri-ciri Penting Periode Pubertas antara lain adalah:

  1. Pubertas merupakan kurun transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi alasannya adalah pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan kurun sampaumur. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis masih mempunyai ciri belum dewasa, sementara beberapa ciri akil balig cukup akal juga dimilikinya.
  2. Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh bawah umur pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang remaja. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.
  3. Tubuhnya mulai memberikan mekar-tubuh yang membedakannya dengan badan kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang ia miliki ditunjukkan dalam perilaku, perasaan, impian, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain perilaku tidak hening dan tidak menentu.
  4. Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya.
  5. Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan aneka macam perasaan tidak nyaman bagi yang mengalaminya. Pada umumnya, haid (menstruasi) yang pertama kali dialami pada usia 9 tahun.
  6. Perubahan fisik yang mulai terlihat antara lain: Pinggul yang membesar dan membulat, Dada yang semakin nampak menonjol, Tumbuhnya rambut di kawasan kelamin, ketiak, lengan dan kaki, Perubahan suara dari bunyi kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius). Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh nanah, serta Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit belum dewasa.
Baca Juga :  Penyebab Dan Cara Pencegahan Penyakit Pernapasan

Tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada setiap orang berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetic), produksi hormon, konsumsi masakan, lingkungan, dan penyakit. Gejala pubertas dapat ditinjau secara fisik dan psikis (kejiwaan/emosional).

1. Pubertas Secara Fisik

Pubertas secara fisik mampu dilihat dari perubahan badan, mencakup perubahan tanda kelamin primer dan sekunder. Perkembangan tubuh cukup umur pria dan perempuan berbeda sebab imbas hormon yang dihasilkan.

Laki-laki menghasilkan hormon androgen, sedangkan perempuan menghasilkan hormon estrogen. Ciri-ciri pubertas secara fisik mampu diuraikan sebagai berikut:

Ciri Kelamin Primer Ciri Kelamin Sekinder
  1. Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan wanita mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
  2. Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja pria ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” yang mengeluarkan sperma atau air mani. Pada wanita ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
Pada dewasa pria, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut:
  1. Mulai tumbuh jakun.
  2. Perubahan bunyi menjadi lebih besar dan berat.
  3. Tumbuh kumis atau jenggot.
  4. Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
  5. Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
  6. Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
  7. Perubahan jaringan kulit menjadi lebih agresif dan poripori tampak membesar.
  8. Kadang-kadang diikuti dengan munculnya bengkak pada wajah.

Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut:

  1. Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
  2. Pinggul melebar.
  3. Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
  4. Suara lebih nyaring.
  5. Kadang-kadang diikuti munculnya bisul pada wajah.

Perubahan proporsi badan: terlihat dari bertambahnya tinggi tubuh, berat tubuh, panjang kaki, dan tangan, sehingga ukuran seluruh badan bertambah.

2. Pubertas Secara Psikis

Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis antara lain:

  • Mencari identitas diri. Dalam perjuangan mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan alasannya dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum sampaumur namun dewasa tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melaksanakan hal coba-coba sebab rasa ingin tahu yang sangat besar.
  • Mulai tertarik kepada lawan jenis. Masa dewasa ialah kurun persiapan menuju dewasa. Wajar bila dewasa memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian, akad nikah pada usia akil balig cukup akal belum diperbolehkan sebab secara mental belum siap.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa p Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Remaja

Menstruasi

Menstruasi yakni pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi.

Baca Juga :  Teks Nonfiksi Tentang Hewan Herbivora Dan Carnivora

Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi, ialah hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama. Kemudian, dihitung sampai dengan hari terakhir (1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai).

Siklus menstruasi bervariasi pada tiap perempuan dan hampir 90% perempuan memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang mempunyai panjang siklus 28 hari, namun beberapa perempuan mempunyai siklus yang tidak teratur dan hal ini mampu menjadi indikasi adanya dilema kesuburan. Menstruasi pertama biasanya dialami oleh dewasa pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga kita menopause (umumnya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun).

Pada dikala wanita yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara rutin mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur terjadi sekitar empat minggu (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jika sel telur dibuahi.

Jika dalam selesai siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, kemudian mati dan kesudahannya meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim inilah yang dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsung selama 3 hingga 8 hari.

Perempuan dapat memiliki banyak sekali masalah dengan menstruasi/haid mereka. Masalah tersebut mampu berupa tidak mengalami menstruasi sama sekali sampai menstruasi berat dan berkepanjangan.

Pola haid boleh saja tidak teratur, tetapi jika jarak antar menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 3 bulan, atau jikalau haid berlangsung lebih dari 10 hari maka para perempuan harus mencurigai adanya problem ovulasi atau kondisi medis lainnya. Beberapa dilema yang bekerjasama dengan menstruasi/haid yakni:

1. Amenore

Amenore yakni tidak ada menstruasi. Istilah ini digunakan untuk wanita yang belum mulai menstruasi sesudah usia 15 tahun (amenore primer) dan yang berhenti menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya pernah menstruasi (amenore sekunder).

Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan hormon atau duduk perkara pertumbuhan. Amenore sekunder mampu disebabkan oleh rendahnya hormon pelepas gonadotropin (pengatur siklus haid), stres, anoreksia, penurunan berat badan yang ekstrem, gangguan tiroid, olahraga berat, pil KB, dan kista ovarium.

Baca Juga :  Komposisi Penduduk Indonesia

2. Sindrom Pramenstruasi (PMS)

Sindrom pramenstruasi (PMS) ialah gejala fisik, emosi, dan perilaku yang umumnya terjadi pada ahad terakhir fase luteal (seminggu sebelum haid). Gejala ini biasanya tidak terjadi hingga 13 hari sebelum siklus, menjelang menstruasi PMS akan dialami oleh wanita, dan tamat dalam waktu 4 hari setelah perdarahan menstruasi dimulai. Beberapa tanda-tanda PMS yang sering dirasakan:

  • Payudara menjadi lembut dan nanah
  • Depresi, gampang tersinggung, murung dan emosi labil (mood swing)
  • Jerawat terencana
  • Perut kembung atau kram
  • Sakit kepala atau sakit persendian
  • Sulit tidur
  • Sulit buang air besar (BAB)

3. Dismenore

Dismenore ialah menstruasi menyakitkan. Nyeri menstruasi terjadi di perut bab bawah tetapi mampu menyebar sampai ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga mampu disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan kejadian normal pada proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 – 48 jam.

Dismenore yang dialami akil balig cukup akal umumnya bukan sebab penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih renta, dismenore mampu disebabkan oleh penyakit tertentu (dismenore sekunder), mirip fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.

Gejala dismenore primer mampu diringankan dengan obat penghilang nyeri/anti-inflamasi mirip ibuprofen, ketoprofen dan naproxen. Berolah raga, kompres dengan botol air panas, dan mandi air hangat juga mampu mengurangi rasa sakit yang kita rasakan. Bila nyeri menstruasi tidak hilang dengan obat pereda nyeri, kemungkinan kelainan tersebut merupakan dismenore sekunder yang disebabkan penyakit tertentu.

4. Menoragia

Menoragia yaitu istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu siklus menstruasi normal, wanita rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama ± 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau terlalu deras (melebihi 80 ml), dapat dikategorikan menoragia.

Penyebab utama menoragia ialah ketidakseimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika badan membuang endometrium melalui menstruasi, perdarahan menjadi parah. Menoragia juga mampu disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit darah, dan peradangan/bisul pada vagina atau leher rahim.

5. Perdarahan Abnormal

Perdarahan ajaib (di luar menstruasi ) antara lain:
Pendarahan di antara era menstruasi
Pendarahan sehabis bekerjasama seks
Perdarahan setelah menopause

Perdarahan ajaib disebabkan banyak hal, contohnya: fibroid uterus, polip, atau bahkan kanker. Tanyakan pada dokter jika kalian mengalami kelainan ini untuk mengetahui penyebabnya, dan dapat segera diberi pengobatan.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More