Kabar Pandeglang Online
Portal Berita PAndeglang Terkini & Terupdate

Teks Eksplanasi Percobaan Pembusukan Roti

50

KABARPANDEGLANG.COM – Pembusukan ialah proses perubahan benda yang berasal dari makhluk hidup alasannya adalah adanya acara mikroorganisme. Penyebab pembusukan yakni alasannya adanya makhluk hidup yang berukuran sangat kecil, mirip kuman dan jamur.

Jamur merupakan penyebab yang utama dari pembusukan. Jamur akan mudah berkembang pada keadaan lingkungan yang lembab. Jika kondisi lingkungan lembap dan banyak air, jamur akan tumbuh dengan subur.

Selain itu, jamur tumbuh dengan pesat di daerah yang memiliki suhu yang hangat, tidak terlalu acuh taacuh. Dengan kondisi demikian, akan mempercepat pembusukan. Kandungan air yang terlalu banyak dalam materi makanan mengakibatkan pembusukan lebih gampang terjadi. Jamur dan basil penyebab pembusukan akan tumbuh berkembang dengan cepat kalau banyak udara.

Selain itu, jamur tumbuh dengan pesat di daerah yang mempunyai suhu yang hangat, tidak terlalu dingin. Dengan kondisi demikian, akan mempercepat pembusukan. Kandungan air yang terlalu banyak dalam materi kuliner menimbulkan pembusukan lebih mudah terjadi. Jamur dan kuman penyebab pembusukan akan tumbuh berkembang dengan cepat kalau banyak udara.

Struktur Teks Kalimat
Pernyataan
Umum
Makanan yang dibiarkan dalam beberapa hari akan berubah baik anyir, warna, bentuk, maupun kekerasan. Pembusukan ialah proses perubahan benda yang berasal dari makhluk hidup sebab adanya acara mikroorganisme. Penyebab pembusukan yaitu sebab adanya makhluk hidup yang berukuran sangat kecil, seperti bakteri dan jamur. Jamur merupakan penyebab yang utama dari pembusukan. Jamur akan gampang berkembang pada keadaan lingkungan yang lembab. Jika kondisi lingkungan basah dan banyak air, jamur akan tumbuh dengan subur.

Untuk mengetahui proses pembusukan pada roti dapat dilakukan dengan percobaan sederhana. Tujuan percobaan yakni untuk menjelaskan kekerabatan antara suhu dan perubahan benda

Deretan Penjelas Suhu ialah besaran yang menyatakan derajat panas hambar suatu benda dan alat yang dipakai untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung memakai indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.

Roti yaitu masakan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Namun kemajuan teknologi manusia membuat roti diolah dengan banyak sekali bahan mirip garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu.

Berikut ini adalah langkah-langkah percobaan untuk mengetahui korelasi antara suhu dan perubahan benda.

Roti di suhu rendah (lembab) Roti di suhu tinggi (kering)
Alat dan Bahan:

  1. Roti sisa
  2. Beberapa tetes air
  3. Kantong plastik transparan

Langkah Percobaan:

  1. Percikan sedikit air pada sisa roti
  2. Masukkan ke dalam kantong plastik transparan.
  3. Simpan di daerah berair dan gelap.
  4. Biarkan selama tiga hari.
Alat dan Bahan:

Roti sisa

Langkah Percobaan:

  1. Letakkan sisa roti di kawasan kering, di bawah sinar matahari.
  2. Biarkan selama tiga hari.

Hari pertama penelitian
Semua bentuk roti masih utuh dan masih lembut, belum tumbuh jamur dan masih berbau seperti khasnya pada roti.

Hari kedua Penelitian
Semua roti masih higienis belum berjamur dan belum berbau namun tekstur yang di letakkan di ruangan terbuka atau di bawah matahari sudah agak mengeras dan tidak selembut hari pertama.

 Pembusukan adalah proses perubahan benda yang berasal dari makhluk hidup karena adanya ak Teks Eksplanasi Percobaan Pembusukan Roti

Hari ketiga penelitian
Roti yang di letakkan daerah berair dan gelap sudah berjamur. Roti sudah bau dan berbau tidak sedap, sedangkan roti yang diletakkan di bawah matahari belum ditumbuhi jamur dan semakin mengeras.

Pada roti yang ditetesi air, hari demi hari roti mengalami perubahan. Permukaan roti akan berkembang menjadi berjamur, amis, diakibatkan oleh udara dan tekstur roti berubah. Sedangkan pada roti yang ditempatkan di tempat kering di bawah matahari menjadi lebih keras diakibatkan alasannya pada roti tersebut tidak ditumbuhi jamur. Pada percobaan yang telah dilakukan dapat ditentukan variabel bebas dan variabel terikat sebagai berikut.

  1. Suhu merupakan variabel bebas/ independen sebab suhu mampu menghipnotis roti di kawasan penyimpanannya.
  2. Roti merupakan variabel terikat/dependen alasannya adalah perubahannya dipengaruhi oleh suhu yang merupakan variabel bebas.
Kesimpulan Suhu mampu menimbulkan perubahan pada benda. Dari percobaan yang dilakukan roti yang dimasukan ke dalam plastik dan disimpan di tempat gelap dan berair cepat mengalami proses pembusukan. Tempat yang lembab menjadi kawasan yang cocok bagi bakteri pembusuk sehingga  mempercepat proses pembusukan.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More