7 Manfaat Buah Pir Untuk Kecantikan dan Kesehatan

7 Manfaat Buah Pir Untuk Kecantikan dan Kesehatan
7 Manfaat Buah Pir Untuk Kecantikan dan Kesehatan
cosmopolitan.co.id

Buap pir menjadi buah yang paling banyak diminati oleh banyak orang dengan bentuknya yangseperti lonceng memiliki rasa yang manisdan lezat.

Selain rasanya yang enak, buah pir ini menyimpan manfaat baik bagi kesehatan tubuh, mulai dari pencernan hingga menjaga kesehatan kulit.

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Buah pir memiliki kandungan serat dan air yang tinggi, sehingga membuat kamu merasa kenyang lebih lama, dan jika kamu rajin mengkonsumsi buah pir, kamu akan berhasil mewujudkan badan idealmu.

2. MenangkalRadikal Bebas

Manfaat buah pir juga dapat menangkal radikal bebas karena buah pir memiliki kandungan vitamin C terbukti kaya akan anti-oksidan dan berfungsi untuk menangkal radikal bebas.

Baca Juga :  Pasangan yang Hanya Memanfaatkan Kamu Ciri-cirinya Seperti Ini

3. Meningkatkan DayaTahan Tubuh

Kandungan pada buah pir seperi vitamin C juga berungsi untuk meningkatkan daya tubuh, selainn itu flavanoid, vitamin K, dan tembaga pada pir juga dapat melawan inflamasi dan peradagan yang terjadi di dalam tubuh.

4. Mencegah Tanda-tanda Penuaan Dini

Buah pir tidak hanya baik bagi kesehatan tapi juga bermafaat untuk kulit salah satunya adalah mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini. dengan kandungan vitamin C, vitamin K dan tembaga.

5. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Buat kamu yang sering memiliki masalah dengan pencernaan, disarankan untuk mengkonsumsi buah pir, karena buah pir mengandung air yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dan memperlancar buang air besar.

Baca Juga :  Penelitian: Wanita Jomblo Lebih Bahagia Dibanding yang Punya Pasangan

6. Mengurangi Resiko Kangker

Buah pir yang mengadung nutrisi bayak juga juga dapat mengurangi risiko muncul dan berkembangnya sel kanker, dan sangat bagus untuk dikonsumsi perempuan.

7. Menurunkan Diabetes

Kadar serat yang tinggi pada buah pir dapat membuat penyerapan makanan menjadi lebih lambat, sehingga kenaikan gula darah lebih terkontrol, sehingga mampu menurunkan risiko diabetes.