Bst Di Desa Sumur Bandung Jadi Teladan Desa Lain

Default Social Share Image

LEBAK Proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai, mirip BST atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Sumur Bandung, diminta jadi percontohan untuk desa lainnya di Kecamatan Cikulur. Sebab, desa tersebut saat menyalurkan derma tidak mengabaikan protokoler kesehatan.

“Saya minta untuk desa lainnya di Kecamatan Cikulur mereplikasi atau menerapkan tata cara penyaluran BST, mirip Desa Sumur Bandung,” kata Camat Cikulur, Iyan Fitriana dikala dijumpai di Desa Sumur Bandung, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, Desa Sumur Bandung dalam menerapkan protokoler kesehatan dinilai menyanggupi syarat. Salah satunya, menyediakan kawasan pencuci tangan. Kemudian, menjaga jarak. Bahkan, akseptor santunan tidak ada yang kedapatan enggan mengenakan masker.

Baca Juga :  Korcam Ormas Jarum Cibadak Usulkan Perbanyak Pasar Desa

“Kami memantau penyaluran BST. Bertujuan, untuk menyingkir dari adanya kerumunan periode sekaligus menerapkan Perbup Lebak Nomor 28 Tahun 2020, wacana Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” ungkapnya.

Pengawasan tersebut tambah Pria yang memiliki gelar doktor atau Dr. ini, dilakukan di tiga desa dikala penyaluran BST berjalan. Salah satunya, di Desa Sumur Bandung.

“Semoga Desa Sumur Bandung ini jadi percotohan dalam menyalurkan BST,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Desa Sumur Bandung, Mulyadi mengaku kalau pihaknya telah mengingatkan pada warga yang ialah kandidat penerima BST tahap 7 ini, tentu memprioritaskan protokol kesahatan.

“Saya bersyukur kesadaran warga dalam menerapkan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Tanpa, adanya peneguran,” jelasnya.

Baca Juga :  Belasan Kecamatan Di Kabupaten Lebak Terendam Banjir Dan Longsor, 1 Korban Hanyut Masih Dalam Penelusuran

Penyaluran BST tahap 7, kata Mulyadi dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cikulur. Kemudian, jumlah akseptor pertolongan berikut nominal yang diterimanya, yaitu sebanyak 604 Kepala Keluarga (KK) dan setiap KK mendapatkan Rp. 300.000.

“Proses penyalurannya berjalan tertib sesuai tolok ukur protokol kesehatan,” pungkasnya.

 

(Red)