Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta

Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta

Wahai lelaki, jika kau mencintainya dan benar-benar ingin memilikinya, maka jangan sampai kau datang dengan nafsu lalu pergi meninggalkan luka, tetapi datanglah dengan iman dan cinta.

Beranilah untuk mengambil langkah yang pasti, agar tujuan cintamu pula pasti dimasa yang akan datang, karena cinta yang kuat dan awet adalah cinta yang penuh tujuan dan berdasarkan keimanan.

Dan cinta yang berdasarkan keimanan tersebutlah yang akan selalu mendamaikan hatimu, sebab dengan cinta yang demikian maka sudah pasti kamu dan dirinya akan selalu dekat kepda sang pemberi cinta.

Tidak Usah Tebar Pesona Dengan Membual, Jika Pada Akhinya Hanya Ingin Mematahkan Hati Dan Mengajaknya Jauh Dari Allah

Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta
anafaton.wordpress.com

Maka, tidak usah tebar pesona dengan membual sesuatu yang tak pasti, jika pada akhirnya hanya ingin mematahkan hati dan mengajaknya jauh dari Allah.

Baca Juga :  Jika Ada Teman yang Datang Saat Ia Butuh Saja, Bersyukurlah! Karena Bagaimanapun Kamu Ibarat Cahaya Baginya

Karena tak sedikit laki-laki jaman sekarang yang seenaknya datang dan pergi seperti jelangkung, dengan gampangnya mengatakan cinta dan dengan gampangnya pula meninggalkan seakan-akan tak berdosa.

Tidak Usah Mengajak Bermain Dengan Indahnya Cinta, Jika Tidak Tahu Apa Hakekat Mencintai Yang Sesungguhnya

Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta
photopreweddingmalang.wordpress.com

Tidak usah mengajak bermain dengan indahnya cinta, jika kamu tidak tahu apa hakekat mencintai yang sesungguhnya.

Karena bila kamu benar-benar sudah tahu arti sebuah cinta mencintai maka sudah tentu kamu tidak akan pernah mengajaknya bermain cinta sebelum ada ikatan yang pasti terlebih dahulu.

Jika Memang Cinta, Maka Bumbuhilah Cintamu Dengan Cinta Allah, Agar Rasa Yang Hadir Tidak Menjeratmu Pada Perbuatan Maksiat

Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta
flickr.com

Jika memang cinta, maka bumbuhilah rasa cinta yang tumbuh dihatimu dengan cinta Allah, agar rasa yang hadir tidak menjeratmu pada perbuatan maksiat.

Baca Juga :  Penelitian: Orang Dengan Kebiasaan Seperti Ini Rentan Selingkuh

Maka dari itu, pandai-pandailah mengatasi atas hadirnya cinta yang tumbuh dalam hati, jangan sampai rasa indah yang membingkai hatimu mengajakmu melupakan Allah, apalagi sampai tega hati hanya melenakan nafsu dan bertanggung jawab hingga akhir.

Jika Memang Cinta, Maka Datangilah Orang Tuanya Dengan Penuh Kepastian, Jangan Hanya Datangi Ia Dengan Penuh Penantian

Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta
orangbijak.com

Jika memang cinta, maka datangilah orang tuanya dengan penuh kepastian, jangan hanya datangi ia dengan penuh penantian, jangan membual dengan janji-janji yang hanya indah di bibir saja.

Dan hal yang paling penting adalah jangan menuai janji manis ketika sedang senang, sebab bila kau lakukan hal tersebut bisa jadi setelah susah kamu akan melupakannya.

Baca Juga :  Bukti Pria Serius Adalah Saat Ia Berani Menemui Orang Tuamu dan Meminta Izin Menikahimu

Jika Memang Cinta Miliki Dia Dengan Janji Suci Pernikahan, Jangan Permainkan Dia Dengan Janji Palsu Kemaksiatan

Jangan Datang Dengan Nafsu Lalu Pergi Meninggalkan Luka, Tapi Datanglah Dengan Iman Dan Cinta
snappicture.wordpress.com

Dan jika memang cinta miliki dia dengan janji suci pernikahan, datangilah orang tuanya sebelum kau membawa hatinya melambung tinggi, jabatlah tangan orang tuanya dalam sakralnya ijab qabul, agar cinta yang kamu miliki bisa membawamu beriman kepada Allah.

Jangan permainkan dia seseorang yang kamu cintai dengan janji-janji palsu kemaksiatan, sebab tak jarang lelaki jaman sekarang yang tak bertanggung jawab datang dengan bangganya dan pergi dengan tidak mempunyai rasa malu sedikit pun, setelah menikmati segala keindahan yang ada dalam diri seorang wanita, hingga akhirnya menyisakan luka yang amat dalam.