Jateng Sumbang Persentase Akhir Hayat Covid Tertinggi Nasional

Default Social Share Image

Pandeglangnews.co.id, — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap empat provinsi menjadi penyumbang tingkat persentase akhir hayat tertinggi akhir virus corona (Covid-19).

“Kalau kita melihat lebih detail, tingkat kematian tinggi itu disebabkan empat provinsi yang tingkat kematiannya di atas enam persen, adalah di provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata Jokowi dikala membuka rapat terbatas soal ‘Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Senin (14/9).

Berdasarkan data yang CNNIndonesia.com kumpulkan dari laman daring penanganan Covid-19 per provinsi per Senin (14/9), Jateng dimengerti menjadi wilayah dengan persentase perkara kumulatif kematian pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia.

Per data Senin (14/9) kemudian. Terjadi penambahan sebanyak 14 masalah ajal dalam 24 jam, sehingga menyumbang kumulatif kasus maut menjadi 1.677 perkara.

Bila menghitung persentase akhir hayat menurut perkiraan tubuh kesehatan dunia (WHO), maka persentase perkara kematian di Jateng menjadi persentase tertinggi di Tanah air ialah mencapai angka 9,24 persen.

Baca Juga :  Alhasil Jokowi Cabut Lampiran Perpres 10/2021 Soal Investasi Miras

Itu dijumlah dari angka masalah akhir hayat per perkara konfirmasi positif total di Jateng yang berjumlah 18.136, kemudian dikali 100.

Kemudian, di tempat kedua untuk persentase kumulatif akhir hayat Covid-19 tertinggi nasional yakni Jatim. Jatim sendiri dikenali menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19 secara nasional yaitu 2.800 kasus. Namun, bila mengikuti perkiraan WHO dengan total masalah keseluruhan kasatmata Covid-19 berjumlah 38.431, maka persentase kumulatif perkara maut berjumlah 7,28 persen.

Selanjutnya yaitu Bengkulu, masalah maut sebanyak 30 kasus dari total perkara terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 467 kasus, atau mempunyai persentase perkara kematian sebesar 6,42 persen.

Lalu untuk, Sumatera Selatan tercatat perkara kematian sebanyak 305 perkara dengan total masalah kasatmata Covid-19 sebanyak 5.078 sehingga persentase kumulatif kematiannya adalah 6,0 persen.

Keempat Provinsi tersebut memiliki jumlah persentase maut akibat Covid-19, yang masih lebih tinggi dari rata-rata maut global yang berjumlah 3,18 persen.

Baca Juga :  Syekh Ali Jaber Titip Salam Sungkem Untuk Jokowi

Sedangkan dikala ini, rata-rata persentase akhir hayat di Indonesia juga melebihi kriteria global, dengan persentase sebesar 4,0 persen. Jumlah itu dihitung dari masalah kematian total berjumlah 8.841 kasus, dari total keseluruhan kasus yang berjumlah 221.523 kasus faktual Covid-19.

DKI Jakarta, meskipun secara kumulatif persentase kematiannya tak disebutkan Jokowi, nyatanya ibu kota RI itu secara angka menduduki posisi ketiga nasional–sehabis Jatim dan Jateng–untuk total masalah maut akibat Covid-19.

Total kematian akibat Covid-19 di DKI dikutip dari https://corona.jakarta.go.id/id mencapai 1.440, berada di bawah Jatim. Persentase kumulatif maut Covid-19 di DKI sendiri sebesar 2,57 persen–lebih rendah dari persentase kematian nasional

Namun tercatat penyumbang total kasus akhir hayat tertinggi pada posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan total masalah akhir hayat sebanyak 1.440 perkara atau memiliki persentase akhir hayat sebesar 2,57. Namun jumlah itu dikala ini memang lebih rendah dari rata-rata maut nasional dan global.

Baca Juga :  Pemerintah Tidak Mentolerir Kegiatan Politik Yang Mampu Menularkan Covid-19

Kemudian ada pula provinsi lain yang menjadi penyumbang masalah maut tertinggi di Indonesia, ialah Kalimantan Selatan dengan 389 perkara, dan Sulawesi Selatan dengan 383 kasus fatal.

Saat membuka rapat kemarin, Jokowi meminta agar data akhir hayat di tiap provinsi disampaikan secara rincian sehingga pemerintah pusat dapat berusaha membantu menekan angka tersebut.

“Pemerintah mesti terus menurunkan angka maut. Rata-rata akhir hayat di Indonesia terus menurun dari 4,02 persen bulan kemudian menjadi 3,99 persen,” kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara untuk tingkat kesembuhan, Jokowi menyampaikan sedikit lebih rendah dari rata-rata angka kesembuhan dunia ialah 71 persen. Rasio kesembuhan di dunia diketahui sebesar 72 persen. Dia memastikan pemerintah akan terus berusaha memburu rata-rata kesembuhan dunia dari Covid-19.

Sumber : CNNindonesia.com

(fidz.red)