Jenis Olahraga Yang Baik Untuk Jantung

Jenis Olahraga Yang Baik Untuk Jantung

KABARPANDEGLANG.COM – Cardiorespiratory adalah campuran dari cardiovascular dan respirasi. Cardiovascular yakni yang berafiliasi denyut jantung dan denyut nadi, denyut jantung ialah yakni jumlah denyutan jantung per satuan waktu, biasanya per menit. Denyut jantung didasarkan pada jumlah kontraksi ventrikel (bilik bawah jantung).

Denyut nadi yakni denyutan arteri dari gelombang darah yang mengalir melalui pembuluh darah sebagai balasan dari denyutan jantung. Respirasi yaitu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Dari bahasa Latin re-(lagi) + spirare (bernapas) = bernapas lagi.

Kebugaran jantung dan paru yaitu ukuran seberapa baik tubuh Anda bisa mengangkut oksigen ke otot-otot Anda selama latihan berkepanjangan, dan seberarap baik otot Anda bisa menyerap dan memakai oksigen.

Daya tahan jantung paru ialah kemampuan Jantung dan kapasitas paru-paru dalam melakukan aktifitas kerja dalam waktu lama tanpa mengalami gangguan yang berarti. Keuntungan yang diperoleh dengan latiahan yang teratur antara lain sebagai berikut.

  • Pengaruh latihan terhadap kesehatan umum otot jantung. Otot jantung ukurannya meningkat alasannya digunakan dengan tuntutan yang lebih besar diletakkan pada jantung sebagai akibat dari kegiatan jasmani, terjadi pembesaran jantung.
  • Pengaruh latihan terhadap isi darah perdenyut, Jumlah isi darah perdenyut jantung lebih besar dipompakan ke seluruh tubuh dari pada orang yang tidak terlatih. Atlet terlatih dapat memompakan sebanyak 22 liter darah sedangkan individu yang tidak terlatih hanya 10,2 liter darah saja.
  • Pengaruh latihan terhadap denyut jantung, orang yang terlatih memiliki denyut jantung yang tidak cepat bila dibandingkan dengan orang yang tidak terlatih. Jantung manusia berdenyut 6 sampai 8 kali lebih sedikit bila seseorang terlatih. Pada kebanyakan atlet jantungnya berdenyut 10, 20 sampai 30 kali lebih sedikit dari pada denyut jantung yang tidak terlatih.
  • Pengaruh latihan terhadap tekanan arteri, peningkatan tekanan darah pada orang terlatih lebih sedikit dari pada orang yang tidak terlatih.
  • Pengaruh latihan terhadap pernafasan. 1) Dada bertambah luas. Hal ini terjadi semasa pertumbuhan, tetapi tidak pada kala remaja. 2) Jumlah pernafasan permenit berkurang. Orang terlatih bernafas 6 hingga 8 kali permenit, sedangkan pada orang yang tidak terlatih sebanyak 18 sampai 20 kali permenit. 3) Pernafasan lebih dalam dengan diafragma. Pada orang yang tidak terlatih diafragma bergerak sedikit sekali.
  • Dalam mengerjakan pekerjaan yang sama, individu yang terlatih menghirup udara dalam jumlah yang lebih kecil, dan mengambil oksigen lebih besar dari pada individu yang tidak terlatih.
  • Pengaruh latihan terhadap sistem otot. Beberapa laba dari balasan latihan terhadap otot-otot diantaranya yaitu : 1) Sarkoma dari serabut otot menjadi lebih tebal dan kuat. 2) Ukuran otot bertambah. 3) Kekuatan otot meningkat. 4) Daya tahan otot meningkat. 5) Terjadi penambahan jumlah kapiler.
Baca Juga :  Uji Kompetensi Bahan Penyajian Data Kelas V

Faktor-faktor yang mensugesti

a. Genetik

Daya tahan jantung dipengaruhi oleh faktor genetik yakni sifat-sifat spesifik yang ada dalam tubuh seseorang semenjak lahir. Pengaruh genetik pada kekuatan otot dan daya tahan otot pada umumnya berhubungan dengan komposisi serabut otot yang terdiri dari serat merah dan serat putih.

Kita mewarisi banyak faktor yang menunjukkan konstribusi pada kebugaran aerobik, termasuk kapasitas maksimal sistem pernapasan dan jantung, jantung yang lebih besar, sel darah merah dan hemoglobin yang lebih banyak.

b. Umur

Umur mempengaruhi hampir semua komponen kesejukan jsmani. Daya tahan jantung memperlihatkan peningkatan pada periode bawah umur sampai sekitar dua puluh tahun dan mencapai maksimal di usia 20 hingga 30 tahun. Peningkatan kekuatan otot pria dan wanita sama sampai usia 12 tahun, selanjutnya setelah usia pubertas laki-laki lebih banyak peningkatan kekuatan otot, maksimal dicapai padausia 25 tahun yang secara berangsur-angsur menurun dan pada usia 65 tahun.

Pengaruh umur terhadap kelenturan dan komposisi tubuh pada umumnya terjadi alasannya adalah proses menua yang disebabkan oleh menurunnya elastisitas otot alasannya berkurangnya aktivitas dan timbulnya obes pada usia bau tanah.

Baca Juga :  Seni Rupa Daerah Indonesia
c. Jenis Kelamin

Kesegaran jasmani antara laki-laki dan perempuan berbeda karena adanya perbedaan ukuran badan yang terjadi sesudah periode pubertas. Daya tahan jatung pada usia belum dewasa,antara laki-laki dan perempuan tidak jauh berbeda, namun setelah kala pubertas terdapat perbedaan.

d. Kegiatan Fisik

Kegiatan fisik sangat mensugesti semua komponen kesegaran jasmani. Latihan yang bersifat aerobik yang dilakukan akan meningkatkan daya tahan jantung dan paru dapat mengurangi lemak badan.

e. Metode Latihan

Dalam melatih daya tahan otot dapat juga dilatih melalui latihan– latihan mirip misalnya lari jarak jauh, cross country atau lari lintas alam, fartlek, interval pembinaan, atau bentuk latihan apapun yang memaksa badan kita untuk bekerja dalam waktu yang usang.

f. Fartlek

Fartlek yakni bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh mirip halnya pada cross country. Bentuk latihan ini berasal dari Swedia yang berarti  bermain-main dengan kecepatan, waktu, latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melaksanakan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya.

Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang memiliki pemandangan indah sedikit rintangann dengan lintasan yang berbeda-beda. Pemandangan yang indah akan menimbulkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melaksanakan latihannya. Pelatih ataupun atlitnya sendiri dapat memilih bentuk larinya maupun lamanya latihan.

Cardiorespiratory adalah gabungan dari cardiovascular dan respirasi Jenis Olahraga yang Baik untuk Jantung

Kecepatan bentuk lari mampu diatur dengan berbagai variasi,

Contoh 1:
1) Mulai dengan lari lambat 5-10 menit.
2) Kecepatan yang konstan dan cukup tinggi.
3) Jalan cepat (istirahat aktif).
4) Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin usang makin cepat (win sprin).
5) Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat.
6) Naik bukit dengan kecepatan tinggi.
7) Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit

Contoh 2
1) Pemanasan dengan lari 5 s/d 10 menit
2) Lari cepat secara ajeg meliputi jarak 500 m
3) Jalan cepat selama 5 menit
4) Lari biasa, dengan di selinggi latihan loncatan 3-4 kali
5) Lari dengan kecepatan penuh ke atas bukit 50-100 m
6) Lari menuruni bukit dengan jarak 50-100 m
7) Di akhiri lari keliling lapangan, 1-5 kali

Baca Juga :  Berlatih Memainkan Alat Musik Ritmis
g. Interval Trainning

Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Bentuk latihan ini pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga pelatih atletik dari Jerman : dr.Woldemar Cersshler. Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan menawarkan koreksi secara teliti dalam : memilih jarak, istirahat, banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan.

Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan.

Contoh :
1. Jarak lari ditentukan: 1.600 m (4 kali keliling lintasan lari).
2. Ulangan (repetition) : 4 kali, berarti 4 x 400 m.
3. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik.
4. Waktu istirahat ( recovery interval ): 120 detik

Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu, lalu untuk seterusnya 4 kali ulangan. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik, lalu jalan selama 120 detik, baru kemudian lari untuk putaran kedua, istirahat lagi dan seterusnya sampai simpulan 4 x 400 m lari.

Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90–60 –50 detik dan setrerusnya hingga tujuan akhir tercapai adalah lari 4 x 400 m tanpa istirahat. Untuk memperberat latihan disamping pengurangan waktu istirahat mampu pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan, jalan cepat atau lari-lari kecil.

Cara meningkatkan beban mampu pula dengan memperberat salah satu dari faktor–faktor di atas dikombinasikan, misalnya:
1. Jaraknya yang ditambah
2. Ulangan yang diperbanyak.
3. Waktu dipercepat

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!