Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?

Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?

Hijrah, bukan hanya tentang bagaimana kita merubah penampilan dari yang tadinya terbuka menjadi lebih tertutup, bukan hanya tentang merubah penampilan menjadi lebih syar’ie, tapi hijrah yang sesungguhnya meninggalkan kebiasaan buruk kita pada kebiasaan yang lebih baik.

Terlebih soal hati, mungkin dalam hijrah yang kita lakukan kita telah berusaha menjaga diri dari berbuat buruk seperti biasanya, tapi sudahkan kita berusaha menjaga hati? misalnya dari berburuk sangka, iri, hasad, dan mengeluh.

Baca Juga :  Penelitian: Ternyata Pria Lebih Menyukai Wanita yang Lebih Tua dan Tinggi Dari Dirinya

Lantas bila tidak marilah belajar dari sekarang, jangan hanya fokus pada penampilan semata, tapi fokuslah pula menjaga hati, karena yang berharga dalam tubuh kita adalah hati.

Memperbaiki Diri Harus Selalu Dibarengi Dengan Menjaga Hati, Karena Diri Kita Akan Senantiasa Baik Bila Hati Terjaga Dengan Baik

Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?
instagram.com/rifka_martha

Intinya dalam perbaikan diri yang kita lakukan maka sembarilah memperbaiki hati, menjaga hati, dan mengendalikan hati, karena diri kita akan senantiasa baik bila hati kita terjaga dengan baik.

Latihlah hati kita untuk jauh dari prasangka buruk, iri hati, hasad dengki, dan penyakit-penyakit hati lainnya yang merugikan diri sendiri.

Hati Adalah Monitor Utama Dalam Diri Kita, Maka Bila Hati Kita Baik Pasti Pikiran dan Perilaku Kita pun Baik

Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?
instagram.com/rifka_martha

Ketahuilah, hati adalah monitor utama dalam diri kita, bila hati kita baik pasti pikiran dan perilaku kita pun akan senantiasa baik, dan tidak luput pula kita akan menyenangi kebaikan.

Baca Juga :  Semakin Perih Rasa Sakit Karena Bersabarmu, Semakin Besar Kebaikan yang Akan Kamu Terima Nanti

Hati adalah sumber utama bagaimana pikiran dan diri kita menyukai kebaikan, maka jangan pernah lupa untuk terus berusaha memperbaiki keadaan hati.

Jangan Pernah Lelah Untuk Terus Memperbaiki Keadaan Hati, Sebab Hati Adalah Hal Utama yang Allah Lihat

Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?
instagram.com/rifka_martha

Jangan pernah lelah untuk terus memperbaiki keadaan hati walau sangat susah jalannya, karena biasanya ketika kita berupaya menjaga hati maka ada saja sesuatu hal yang Allah datangkan sebagai ujian.

Mengapa? sebab tujuan Allah baik, Dia ingin melatih hati kita agar benar-benar bijaksana, sebab hati adalah hal utama yang akan Allah lihat dari diri kita.

Belajarlah Terus Membenahi Hati Dengan Kesabaran dan Keikhlasan, Agar Bersyukur Dalam Setiap Keadaan pun Diri Kita Mudah

Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?
instagram.com/rifka_martha

Selain itu, belajarlah terus membenahi hati dengan kesabaran dan keikhlasan, tidak peduli bagaimana sulitnya maka harus kita belajar, agar bersyukur  dalam setiap keadaan pun diri kita mudah.

Baca Juga :  Jika Merasa Menikah Sama Orang yang Salah, Coba Renungkan 5 Hal Ini

Bukankah hijrah itu penuh dengan ujian? iya, sebab itulah mengapa kita harus selalu berusaha menjaga dan mengkondisikan hati kita dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Hati Sifatnya Cepat Sekali Berbolak-balik, Maka Pastikan Kita Selalu Dekat Dengan Allah Dzat yang Maha Membolak-balikkan Hati

Mungkin Kita Telah Berusaha Menjaga Diri Dari Berbuat Buruk, Tapi Sudahkah Kita Berusaha Menjaga Hati?
instagram.com/rifka_martha

Dan hati sifatnya cepat sekali berbolak-balik, bila kita tidak benar-benar menjaga hati maka bisa dipastikan perbaikan diri yang kita lakukan tidak akan bertahan lama.

Maka pastikan kita selalu dekat dengan Allah dzat yang maha membolak-balikkan hati, mintalah agar hati kita selalu merujuk kepada-Nya, agar dalam kondisi seperti apapun hijrah yang kita lakukan bisa senantiasa istiqamah.