Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya

Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya

Ketika mendengar kata “Wanita berkelas” tentu yang tergambar dalam otak kita adalah seorang wanita yang mempunyai pendidikan tinggi dan gaya hidup yang selalu bergelimang harta, dan tumbuh dikalangan orang-orang yang berstatus elite karena mempunyai kekuasaan ataupun jabatan tinggi dimata manusia.

Tetapi sebenarnya wanita berkelas itu tidak dipandang dari harta yang mengelilinginya, sebab seberkelas apapun kamu dimata manusia jika kamu tak bisa menggunakan malu sebagai andalan untuk mengendalikan kehidupanmu, semuanya tidak akan berarti apa-apa.

Karena wanita berkelas itu adalah seorang wanita yang kualitas keimanannya terjaga dengan sifat malu yang ia miliki, sehingga mehkota kehormatannyapun akan selalu terjaga dengan baik.

Bukan Wanita Yang Ber-Style Kekinian Dan Selalu Pamer Dengan Harta-Harta Yang Dimilikinya

Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya
Diaryhijaber.com

Karena berkelas dan berkualitas itu tidak dilihat dari seberapa stylenya kamu mengikutinya perkembangan dunia yang kekinian, san bukan seberapa pamernya kamu memperlihatkan harta yang kamu miliki saat ini. Sebab, berkelas yang sebenarnya adalah saat kamu mampu menjaga apa-apa yang kamu miliki dengan ilmu Allah, sehingga kamupun malu untuk berbuat demikian.

Baca Juga :  Jauhi Sifat Hasad dan Dengki, Karena Itu Salah Satu Syarat Hidup Tenang, Selain Kamu Pandai Bersyukur

Berkelas Dan Berkualitas Itu Tidak Dilihat Dari Seberapa Mahal Harta Yang Menempel Pada Tubuhmu

Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya
Diaryhijaber.com

Berkelas dan berkualitas itu tidak dilihat dari seberapa mahal harta yang menempel pada tubuhmu, tetapi dilihat seberapa peka kamu terhadap harta-harta yang kamu miliki. Itu artinya kamu tidak ada gunanya bangga dengan sebutan wanita berkelas hanya karena indahnya harta yang menjadi penghias dirimu, jika kamu tak pernah peka untuk bersedekah dengan harta yang membuatmu indah tersebut.

Berkelas Dan Berkualitas Itu Tidak Dilihat Dari Seberapa Banyak Orang Penting Disekitarmu

Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya
femaledaily.com

Berkelas dan berkualitas itu tidak dilihat dari seberapa banyak orang penting yang ada disekitarmu, tetapi dilihat dari seberapa penting kamu untuk orang-orang yang ada disekitarmu. Jangan mengatakan dirimu berkelas jika kamu tak dapat membawa manfaat bagi orang-orang yang ada disekitarmu, meski semua harta yang kamu miliki selalu membuatmu terpandang.

Baca Juga :  7 Kebiasaan Bagus untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Berkelas Dan Berkualitas Itu Tidak Dilihat Seberapa Hebat Gelar Dan Prestasimu

Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya
www.jadagram.com

Berkelas dan berkualitas itu tidak dilihat seberapa hebat gelar dan prestasimu, karena semua itu akan menjadi sia-sia jika kamu tidak bisa berprestasi dalam mentaati aturan-aturan Allah. Kamu boleh bangga dengan gelar dan prestasi yang dimiliki saat ini, tetapi kamu harus sadar pula bahwa yang menjadi kebanggaanmu saat ini akan Allah tanyakan kelak diakhirat.

Karena Berkelas Dan Berkualitas Itu Dilihat Dari Seberapa Banyak Kamu Bersifat Malu Terhadap Ketentuan-Ketentuan Allah

Wanita Berkelas Dan Berkualitas Adalah Wanita Yang Menjadikan Malu Mahkota Tertinggi Keimanannya
www.hikmatfashion.garudacode.com

Karena berkelas dan berkualitas itu dilihat dari seberapa banyak kamu bersifat malu terhadap ketentuan-ketentuan Allah, sebab saat malu sudah menjadi andalanmu untuk menguasai hidup yang kamu jalani saat ini, maka sudah tentu kulaitas dirimu akan membuatmu berkelas dihadapan Allah maupun dihadapan manusia.

Baca Juga :  Baik Buruknya Perangai Seorang Istri Tergantung Pada Keimanan Sang Suami

Ingatlah harta, tidak akan membuatmu berkelas jika kamu tidak bisa menggunakan dan memeliharanya dengan nilai-nilai agama, karena saat kamu berharta tapi kamu memperlakukannya dengan seadanya dengan tanpa malu sedikitpun kepada sang pemberi harta, maka hidupmu seakan-akan tanpa tujuan.