Kamu Golongan Mana : Antara Millenial dan Intelektual

oleh -35 views

KABARPANDEGLANG.COM – Banyak sudah kita jumpai di berbagai daerah di negeri ini kekayaan alam yang sangat melimpah ruah jumlahnya, mulai dari batu bara, minyak bumi, emas, perak, tembaga, mutiara, beras, bumbu rempah-rempah dan lain sebagainya. Dan tampaknya terlalu banyak jika di urutkan dan disebutkan satu persatu apa saja kekayaan alam yang ada di negeri kita Indonesia. Bagaimana tidak banyak sedangkan tongkat, kayu dan batu jadi tanaman.

Yah itulah negeri kita tercinta, Indonesia.

Namun, yang sangat disayangkan ialah negeri ini belum sepenuhnya dikelola dengan baik oleh pemerintah dan juga masyarakat yang tinggal di dalamnya. Kini kita hidup dan menjalani keseharian dalam ruang lingkup yang modern atau serba instan. Mulai dari memesan makanan secara online, memesan kendaraan untuk berpergian, melihat dunia dengan gadget, restoran yang menggunakan mesin robotic untuk melayani pembelinya dan masih banyak yang lainnya.

Baca Juga :  Al-Kisah : Inspirasi dari Ibunda Maryam

Hal ini justru terasa indah dan membuat segala pekerjaan kita menjadi lebih cepat dan sangat mudah, jika dibandingkan dengan zaman dahulu yang jika ingin berpergian harus menggunakan sepeda atau pergi terlebih dahulu ke jalan utama agar bisa naik kendaraan umum atau ojek pangkalan, untuk bisa melihat monas dijakarta dahulu kita harus pergi ke jakarta terlebih dahulu barulah kita bisa melihat monas (Monumen Nasional).

 

Namun kini semuanya mudah, hanya dengan mengetikkan kata “monas” di Handphone atau di laptop maka  kita akan bisa melihat monas tanpa harus pergi ke jakarta. Inilah segala bentuk kenikmatan yang ditawarkan dan disajikan saat kita hidup di era millenial atau di era serba modern dan instan, betapa kita merasakan begitu dahsyat dan pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini.

Baca Juga :  Perumahan Murah Bersubsidi Di Magetan, Jawa Timur

Namun tanpa kita sadari, dari banyaknya fasilitas yang disediakan oleh zaman, kita mulai terkikis akan hilangnya hidup bersosialisasi, apa contohnya mari kita kupas bersama. Kita coba ambil beberapa contoh dimana kini sudah mulai bertebaran restoran maupun cafe yang menggunakan jasa robot untuk melayani pelanggan nya, hal ini justru mengakibatkan kita kehilangan budaya berinteraksi antara sesama makhluq yang dimana biasa dilakukan ialah perbincangan antara penjual dan pembeli bersalaman hingga akhirnya saling akrab dan menjalin pertemanan dan ini tak mungkin dilakukan oleh mesin yang melayani.

Contoh lain ialah saat kita memesan makanan melalui online betapa kita dibuat malas oleh zaman dengan disediakannya layanan pesan makanan online yang harusnya kita mampu untuk berjalan-jalan melihat lingkungan sekitar yang juga merupakan rangkaian olahraga ringan jika kita berjalan kaki ketempat penjual, saling menyapa dengan yang kita jumpa, kita bisa menghirup udara segar melihat pepohonan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Perumahan Murah Bersubsidi Di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan

Lalu, bagaimana kita menyikapi ini semua?

Disinilah tingkat intelektual kita di uji dimana kita harus bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya jangan sampai terpengaruh dan terpedaya oleh dunia yang serba instan. Namun bukan berarti kita tidak diperbolehkan menikmati dunia teknologi, kita hanya perlu memilah dan memilih waktu yang tepat dalam setiap situasi dan kondisi kapan kita harus bersosialisasi dengan orang lain dan kapan waktunya kita menikmati maju nya teknologi. Dan perlu di ingat segala hal bisa menjadi baik dan berguna jika digunakan pada tempatnya dan bisa merusak jika tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. /Finishea Putri, (Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten)