Cara Kerja Panel Listrik Tenaga Surya

  • Bagikan
Cara Kerja Panel Listrik Tenaga Surya

KABARPANDEGLANG.COM – Di kala globalisasi ini, semakin banyak teknologi canggih yang ditemukan. Hampir seluruh inovasi tersebut memakai energi, khususnya listrik. Namun, tamat-tamat ini pasokan listrik semakin berkurang balasan semakin menipisnya sumber energi untuk memproduksi listrik seperti minyak bumi, gas, watu bara, dan panas bumi.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan yakni mencari sumber energi alternatif yang bersih, aman, bebas polusi, dan selalu tersedia tanpa batas. Salah satu bentuk energi alternatif tersebut ialah sel surya. Kamu telah membaca sedikit informasi tentang prinsip dasar dari cara kerja sel surya.

Sekarang, amati cara kerja panel listrik tenaga surya berikut.

 semakin banyak teknologi canggih yang ditemukan Cara Kerja Panel Listrik Tenaga Surya

Ayo Menulis

Tuliskan secara runtut pada kolom berikut.

Cara kerja dari pembangkit listrik jenis ini cukup sederhana.

  1. Komponen utama dari sumber energi ini adalah sel foltovotaik. Sel tersebut memiliki peranan untuk menangkap panas matahari yang lalu akan diubah menjadi energi listrik.  Pada siang hari panel surya menerima cahaya (sinar) matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh sel-sel kristal melalui proses photouoitaic.
  2. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya disalurkan ke Elektronoc Box Sistem.. Electric Box System merupakan system khusus yang praktis dan flexible yang digunakan sebagai tempat pengisian daya listrik yang dihasilkan dari solar panel.
  3. Dari Elektric Box Sistem inilah energi listrik akan disalurkan ke peralatan listrik mirip lampu, tv, radio dan peralatan lainnya.
  4. Bila listrik DC ingin digunakan menyalakan perangkat AC: pompa air, kulkas, dsbnya maka diperlukan inverter yang dapat mengubah listrik DC menjadi AC. Sesuaikan kebutuhan daya yang diperlukan dengan panel sel surya, inverter, aki. Inverter yaitu perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Inverter mengkonversi DC dari perangkat seperti batere, panel surya / solar cell menjadi AC.
Baca Juga :  Cara Tanaman Menyesuaikan Dan Melindungi Diri

Keuntungan

Salah satu energi alternatif dan terbarukan adalah pembangkit listrik tenaga surya. Selain ramah lingkungan, energi tenaga surya juga gampang diaplikasikan di lokasi yang mendapat intensitas yang cukup sinar matahari mirip di sebagian besar wilayah Indonesia.

Oleh alasannya adalah itu, penggunaan listrik tenaga surya banyak dipakai di Indonesia, terutama untuk tempat-kawasan terpencil. Beberapa keunggulan Pembangkit Listrik Tenaga Surya antara lain sebagai berikut.

  1. Sumber energi yang digunakan tidak pernah habis.
  2. Tidak memerlukan perawatan kusus sehingga bebas dari segala biaya perawatan.
  3. Hemat alasannya adalah tidak memerlukan bahan bakar.
  4. Kapasitas listrik yang dihasilkan mampu sesuai dengan kebutuhan.
  5. Tanpa suara sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.
  6. Pemasangannya sangat mudah.
  7. Dapat diterapkan secara sentralisasi (PLTS ditempatkan di suatu area dan listrik yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan distribusi ke kawasan-daerah yang membutuhkan) maupun desentralisasi (sistem PLTS dipasang pada setiap rumah,dengan demikian tidak diperlukan jaringan distribusi).
  8. Tidak memerlukan konstruksi yang berat dan menetap, sehingga mampu dipasang dimana saja dan dapat dipindahkan bilamana dibutuhkan.
  9. Dapat dioperasikan secara otomatis maupun memakai operator.
Baca Juga :  Batik Seni Tradisional Indonesia Yang Mendunia

Kerugian

Penggunaan sel surya untuk keperluan rumah tangga, kantor, dan kepentingan umum lainnya mulai meluas. Namun ada baiknya jikalau sebelum memilih melihat dulu beberapa kekurangan dari pembangkit listrik jenis ini. Berikut ini beberapa kekurangan PLTS.

  1. Memiliki ketergantungan pada cuaca. Saat mendung kemampuan panel surya menangkap sinar matahari tentu akan berkurang. Akibatnya, PLTS tidak mampu dipakai secara optimal. Karena saat mendung kemampuan PLTS menyimpan energi berkurang sekitar 30%.
  2. Harga modul surya (skala kecil) masih mahal sehingga biaya pembangkitan yang dihasilkan juga mahal.
  3. Memerlukan area yang luas untuk pemasangan modul surya untuk mendapatkan daya keluaran yang tinggi.
  4. Modul surya mempunyai efisiensi konversi yang rendah dibandingkan jenis pembangkit lainnya.
  5. Solar panel mengambil tidak sedikit ruang atap dan tidak menyenangkan untuk dilihat.
Baca Juga :  Teks Laporan Hasil Pengamatan Tanaman Bambu

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

  • Bagikan