Korelasi Antar Satuan Kuantitas

Korelasi Antar Satuan Kuantitas

KABARPANDEGLANG.COM – Satuan kuantitas merupakan satuan yang digunakan untuk menentukan banyaknya benda. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata lusin, kodi, gros, dan rim. Satuan ukuran tersebut ialah satuan ukuran kuantitas (jumlah).

Satuan-satuan tersebut biasanya digunakan untuk menyebutkan sejumlah barang yang jumlahnya banyak. Lusin sering dipakai sebagai satuan pada barang, contohnya piring, gelas, sendok, dan garpu. Kodi biasannya digunakan untuk menyatakan satuan benda, misalnya kain, pakaian, dan sarung. Rim sering dipakai sebagai satuab pada kertas.

Untuk memudahkan proses pembandingan antar satuan dapat menggunakan satuan terkecil yaitu buah, helai, atau lembar. Misalnya 1 lusin = 12 buah, 1 gross 144 buah atau 12 lusin. 1 rim = 500 lembar, 1 kodi = 20 buah atau lembar.

Satuan-satuan kuantitas tersebut biasanya dipakai untuk jenis barang tertentu saja. Penggunaan satuan kuantitas tidak dapat digunakan untuk semua barang. Misalnya gelas tidak bisa memakai satuan rim, satuan yang tepat ialah buah, lusin, atau gross.

Satuan kuantitas merupakan satuan yang digunakan untuk menentukan banyaknya benda Hubungan Antar Satuan Kuantitas

Untuk lebih memahami kekerabatan antar satuan kuantitas mampu dilakukan dengan cara memperbanyak latihan memilih korelasi antar satuan kuantitas. Berikut ini beberapa contoh memilih relasi antar satuan kuantitas .

Baca Juga :  Iktikad Kepada Malaikat-Malaikat Allah
No. Banyak Lusin Rim Kodi
1. 1/4 1/4 x 12 = 3 1/4 x 500 = 125 1/4 x 20 = 5
2. 1/2 1/2 x 12 = 6 1/2 x 500 = 250 1/2 x 20 = 10
3. 3/4 3/4 x 12 = 8 3/4 x 500 = 375 3/4 x 20 = 15
4. 1 1/2 3/2 x 12 = 18 3/2 x 500 = 750 3/2 x 20 = 30
5. 2 1/2 5/2 x 12 = 30 5/2 x 500 =1.250 5/2 x 20 = 50

Selanjutnya mencoba beberapa soal latihan yang berhubungan dengan satuan kuantitas seperti di bawah ini.
1. Ibu Fatma membeli 8 lusin gelas. Ia mendapat hadiah 4 gelas sebagai bonus. Berapa banyak gelas ibu Fatma seluruhnya?

Jawab: (8 x 12) + 4 = 96 + 4 = 100 buah

2. Pak Rahman memiliki persediaan kertas sebanyak 5 rim lebih 180 lembar. Setelah dilihat ternyata terdapat 35 lembar kertas rusak. Berapa banyak kertas yang masih baik?

Jawab: ( 5 x 500 ) + 180 – 35 = 2.500 + 180 – 35 = 2.680 – 35 = 2.645 lembar

3. Aulia memiliki 1 ½  gross manik-manik. Aulia memakai 8 lusin 7 buah manik-manik untuk menciptakan kalung. Berapa sisa manik-manik Aulia?

Jawab: (1 1/2 x 144)-((8 x 12) + 7 = 216 – 103 = 113

4. Ibu Lestari membeli 2 lusin pensil dengan harga Rp1.500,00 per buah. Kemudian membeli penggaris  ½ lusin dengan harga Rp800,00 per buah. Berapa harga beli semuanya?

Jawab: (2x12x1.500) +(1x12x800)=(24×1.500)+(6×800)=36.000+4.800=40.800

5. Ibu Riana seorang pedagang. Pada awalnya beliau memiliki persediaan 2 kodi seprei. Hari ini terjual 2 lusin seprei. Berapa banyak seprei Ibu Riana yang belum terjual?

Jawab: (2×20)-(2×12)=40-24=16

6. Menjelang hari raya, Pak Burhan membeli 2 kodi baju. Pak Burhan membeli lagi 4 lusin baju. Berapa buah baju yang dibeli Pak Burhan semuanya?

Jawab: (2×20)+(4×12)=40+48=88 buah baju

7. Dalam menghadapi ulangan semester suatu sekolah membutuhkan kertas untuk menciptakan soal ulangan. Diperkirakan tiap kelas membutuhkan 650 lembar. Jika di sekolah ada 6 kelas, berapa rim lebih berapa lembar kertas yang diperlukan sekolah?

Jawab: (650×6) : 500=3.900:500=7 rim 400 lembar

8. Ibu Lilis seorang penjahit yang sukses. Hari ini ia mendapat pesanan 25 baju. Setiap baju membutuhkan 9 kancing baju. Berapa gros lebih berapa buah kancing baju yang diharapkan Bu lilis?

Jawab:(25×9):144=255:144=1 gros lebih 111 buah

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!