Mendapatkan Qada Dan Qadar

  • Bagikan

KABARPANDEGLANG.COM – Rukun dogma keenam atau terakhir yakni percaya kepada qada dan qadar. Iman kepada Qada dan Qadar berarti percaya dan yakin sepenuh hati bahwa Allah SWT memiliki kehendak, ketetapan, keputusan atas semua makhluk-Nya termasuk segala sesuatu yang mencakup semua peristiwa yang menimpa makhluk.

Kejadian itu mampu berupa hal baik atau buruk, hidup atau mati, kemunculan atau kemusnahan. Semua menjadi bukti dari kebesaran Allah SWT. Segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah. Berikut sedikit klarifikasi mengenai Qada dan Qadar.

A. Memahami Makna Qada

Qada adalah keputusan atau ketetapan terhadap suatu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. bagi makhluk-Nya. Qada dan qadar tidak mampu diubah dan tidak mampu ditunda atau dimundurkan. Dalam Q.S. al-¦Hadid/57:22, Allah Swt. menjelaskan berikut ini.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

(maa ashaaba min mushiibatin fii al-ardhi walaa fii anfusikum illaa fii kitaabin min qabli an nabra-ahaa inna dzaalika ‘alaa allaahi yasiirun)
Artinya:

”Setiap peristiwa yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfμz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S. al-Hadid/57:22)

Contoh Qada

Sesuatu insiden yang tidak dapat diubah atau tidak dapat ditunda merupakan pola qada. Contoh-pola qada antara lain sebagai berikut.

  1. Allah swt, Menetapkan  Bumi serta planet-planet lainnya berputar sesuai porosnya.
  2. Allah swt. Menetapkan matahari terbit pada siang hari serta bulan dan bintang tampak pada malam hari .
  3. Allah swt. Menetapkan kapan maritim harus pasang dan surut .
  4. Allah swt. Menetapkan setiap mahluk pasti mati .
  5. Allah swt. Menetapkan mahluk-Nya untuk berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
  6. Allah swt. Menetapkan seseorang lahir .
Hikmah Beriman kepada Qada

Seseorang yang beriman kepada qada akan bersikap dan berperilaku, antara lain sebagai berikut.

  1. Datang ke sekolah atau kegiatan lainnya sempurna waktu.
  2. Memanfaatkan waktu untuk mencar ilmu dan hal lain yang positif.
  3. Menerima berapa pun uang jajan yang diberikan orang renta.
  4. Tidak bersikap sombong di rumah, di sekolah atau di lingkungan masyarakat
  5. Berhati-hati jikalau berada di kawasan keramaian atau di jalan raya yang padat kendaraan.
  6. Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya.
  7. Santun dan rendah hati dalam bersikap di mana pun dia berada.

B. Memahami Makna Qadar

Qadar atau takdir yakni segala ketentuan Allah Swt. yang telah berlaku terhadap semua makhluk-Nya. Namun, qadar mampu diubah dengan perjuangan manusia atau ikhtiar. Ikhtiar artinya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya.

Sesuatu itu terjadi atau tidak terjadi pasti ada sebabnya. Kita bekerja keras sehingga berhasil dan sukses. Keberhasilan perjuangan bergantung pada gigih atau tidaknya perjuangan kita.

Kesuksesan tidak datang sendiri, tetapi diusahakan dengan sungguh-sungguh. Artinya, kita ingin menjadi anak bakir harus ikhtiar atau belajar dengan giat. Seperti firman Allah Swt. di dalam Q.S. ar-Ra’d/13:11 berikut.

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

(lahu mu’aqqibaatun min bayni yadayhi wamin khalfihi yahfazhuunahu min amri allaahi inna allaaha laa yughayyiru maa biqawmin hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihim wa-idzaa araada allaahu biqawmin suu-an falaa maradda lahu wamaa lahum min duunihi min waalin)

Artinya:

”Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Setiap insan wajib berusaha biar mampu mengubah nasibnya. Kita dihentikan mengalah pada kesulitan-kesulitan sebelum berusaha. Kita diwajibkan berusaha. Segala sesuatu yang kita peroleh tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan.

Contoh-Contoh Qadar

Berikut contoh-contoh qadar.

  1. Menjadi pandai dan menjadi juara kelas karena belajar dan berdoa.
  2. Menjadi juara lomba pidato atau juara lomba cerdas cermat alasannya gigih berlatih.
  3. Menjadi anak yang disenangi dalam pergaulan karena ramah dan suka menyapa kepada siapa saja.
  4. Menjadi juara lomba tahsinul khat alasannya adalah berlatih dengan giat dan tekun.
  5. Menjadi anak yang bakir membaca al-Qur’an dan menjadi qari/qariah terbaik di sekolah atau sampai ke tingkat provinsi harus perjuangan yang gigih.
Rukun iman keenam atau terakhir adalah percaya kepada qada dan qadar Menerima Qada dan Qadar
Hikmah Beriman kepada Qadar

Seseorang yang beriman kepada qadar akan bersikap dan berperilaku, antara lain sebagai berikut.

  1. Menyadari bahwa semua impian yang diinginkan harus diusahakan.
  2. Memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi peran. Misalnya mengerjakan PR sendiri.
  3. Giat dan disiplin dalam belajar. Misalnya, sebelum berangkat tidur, harus belajar terlebih dahulu
  4. Melatih diri untuk banyak bersyukur, bersabar, dan selalu berusaha.
  5. Menjauhkan diri dari sifat sombong alasannya menganggap semua itu yakni karunia Allah Swt.

Materi Diskusi:

”Maryam menjadi juara pertama lomba pidato. Maryam membawa nama baik sekolahnya. Banyak mitra Maryam yang ingin sekali menjadi juara lomba pidato, kaligrafi, membaca puisi Islami dan keterampilan agama lainnya. Nah, belum dewasa, bagaimana caranya biar menjadi menjadi juara pidato, menulis kaligrafi, baca puisi Islami dan baca al-Qur’an? Silakan diskusikan!”

Untuk bisa menjadi juara pidato, menulis kaligrafi, baca puisi Islami dan baca al-Qur’an dibutuhkan usaha yang keras dengan cara berlatih dengan tekun. Seperti yang dilakukan oleh Maryam yaitu melatih diri berpidato di muka kaca di kamarnya dan merekam para ustad atau ustadzah yang berceramah di televisi.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

  • Bagikan