Mengenal Legenda Rakyat

Mengenal Legenda Rakyat

KABARPANDEGLANG.COM – Legenda yaitu cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya. Legenda sering kali dianggap sebagai sejarah.

Namun karena tidak tertulis, maka dongeng tersebut dapat mengalami pemutarbalikan fakta sehingga sering kali jauh berbeda dengan dongeng aslinya. Yang membedakan antara legenda dan mitos adalah biasanya legenda mempunyai bukti otentik pada legenda, sedangkan mitos tidak ada.

Sebagai contoh kisah Nyai Roro Kidul merupakan mitos alasannya tidak ada bukti otentiknya. Contoh legenda ialah Kamandaka dari daerah Banyumas, sampai ketika ini masih ada bukti otentiknya, yaitu nama-nama desa yang dulu menjadi persinggahan Kamandaka sampai dengan dikala ini masih ada di kawasan Banyumas.

Ciri-ciri Legenda

  • Bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang dan terjadi pada kurun yang belum terlampau lama.
  • Tokohnya ialah manusia, yang biasanya memiliki sifat dan kekuatan yang luar biasa, serta seringkali dibantu oleh mahluk-mahluk gaib.
  • Legenda merupakan milik bersama suatu komunitas kawasan legenda tersebut lahir.
  • Legenda sering mengalami penyimpangan dari crita sebelumnya, sebab alasannya tidak tertulis..
  • Legenda biasanya diwariskan secara turun temurun, dari generasi tua ke yang lebih muda.
  • Legenda banyak mengandung pedoman perihal kebaikan sehingga mampu dijadikan ajaran hidup.

Legenda Malin Kundang

Pada suatu waktu, ada sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatera Barat. Anak mereka yang bernama Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin menetapkan untuk pergi merantau supaya mampu menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar Mengenal Legenda Rakyat

Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Di tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut tewas. Malin Kundang beruntung, beliau mampu menyelamatkan diri para bajak laut.

Baca Juga :  Cara Menghargai Aktivitas Usaha Ekonomi Orang Lain

Malin Kundang terkatung-katung di tengah bahari, sampai karenanya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Desa daerah Malin terdampar ialah desa yang sangat subur. Malin usang kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya dan Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya hingga kepada ibu Malin Kundang. Sehingga dia sering pergi ke dermaga berharap Malin akan datang. Suatu hari Ibu Malin melihat kedatangan kapal ke dermaga dia melihat ada dua orang yang dia yakin jika itu ialah anaknya.

Ibu Malin menuju ke arah kapal “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu usang tanpa mengirimkan kabar?”, sambil memeluk Malin Kundang. Melihat wanita tua yang berpakaian lusuh memeluknya, Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa perempuan bau tanah itu adalah ibunya, beliau malu kalau diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.

Ibu Malin Kundang sangat marah. Beberapa saat lalu Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang topan dahsyat menghantam kapal Malin Kundang. Diwaktu yang sama dan daerah berbeda ibu Malin Kundang sedang berdoa,

Baca Juga :  Kisah Pola Luqman Al-Hakim

“Tuhan! Jika benar beliau Malin anakku, kukutuk ia jadi watu!” Tiba-datang tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan menjadi sebuah kerikil karang. Batu Malin Kundang masih mampu dilihat di sebuah pantai bernama pantai Air Manis, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

Cerita Timun Mas

Pada zaman dahulu, tinggallah sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak. Setiap hari keduanya berdoa memohon kehadiran seorang anak. Suatu hari, di saat mereka sedang berdoa, lewatlah si Buto Ijo, di depan pondok mereka. Buto Ijo mendengar doa keduanya dan mengabulkan permohonannya, namun ada syaratnya jika anak itu telah berusia 17 tahun akan diambil kembali.

Kedua petani tersebut diberi biji mentimun untuk ditanam. Setelah timun berbuah ada satu mentimun berwarna emas, ketika mentimun dibelah ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan. Keduanya lalu menamakan bayi itu Timun Mas. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang elok, elok, dan baik hati.

Pada hari ulang tahunnya yang ke tujuh belas, Buto Ijo mengunjungi pondok kedua petani untuk menagih janji. Dengan segala upaya kedua petani tersebut ingin menyelamatkan Timun Emas, mereka membekali Timun Emas dengan kantong yang berisi garam, cabe, dan terasi.

Timun Emas segera berlari lewat pintu di belakang rumahnya. Mengetahui bahwa dia telah diperbodoh, raksasa hijau itu mengamuk, beliau pun segera lari mengejar Timun Mas. Ketika raksasa mendekati Timun Mas, dibukanya kantung dan diambilnya segenggam garam dan dilemparkan ke raksasa. Tiba-datang terhampar lautan yang luas yang memisahkannya dari Buto Ijo. Timun Mas kembali berlari.

Baca Juga :  Memperagakan Tari Kawasan Tanpa Iringan

Ketika Buto Ijo berhasil mengejar Timun Mas, dan sangat bersahabat mencapai Timun Mas untuk kedua kalinya, Timun Mas berbagi, segenggam cabe, dan terbentanglah hutan semak belukar dengan flora berduri di dalamnya. Ia berupaya keras untuk keluar dari hutan itu dan mengejar Timun Mas. Timun Mas terus berlari, berharap Buto Ijo tidak mengejarnya lagi.

Buto Ijo berhasil keluar dari hutan belukar itu, untuk ketiga kalinya raksasa berhasil mendekati Timun Mas. Timun Mas kembali merogoh ke kantungnya dan hanya satu benda tersisa, ialah sepotong terasi. Timun Mas mengambil bagian terasi itu, ternyata terasi itu menciptakan badai lumpur bergulung dan menyedot tubuh raksasa tanpa ampun dan lenyaplah badan Buto Ijo.

Timun Mas menoleh ke belakang. Buto Ijo telah hilang dan tanah itupun telah kembali damai. Betapa jauh dia telah berlari selama berhari-hari itu, sampai tanpa disadari telah kembali Timun Mas ke desanya. Ia berlari senang pulang ke rumahnya di mana dia disambut dengan suka cita oleh kedua orangtuanya.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!