Pegawai Bumd Intimidasi PenjualCfd Dilaporkan Ke Bawaslu Kota Cilegon

  • Bagikan
Default Social Share Image

CILEGON Kasus intimidasi pedagang dan para pelaku usaha di Care Free Day (CFD) Cilegon oleh Andri kini ditindak lanjuti dengan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon, senin (16/11/2020).

Pelaporan tersebut dilakuan berdasarkan bukti-bukti pelanggaran yang dilaksanakan Andri, adalah memaksa pedagang CFD untuk menentukan Paslon nomor urut 2, Ati Marliati dan Sokhidin.

Ismatullah sebagaipelapor menyampaikan, pelaporan ke Bawaslu dikerjakan dengan membawa foto tangkap layar percakapan Andri di grup whatsapp Member CFD HPPB dan video pengakuan Andri di Polres Cilegon.

“Dugaan pelanggaran, selain intimidasi pedagang, juga ada tidakan penyalahgunaan kewenangan. Apalagi Andri dimengerti sebagai pegawai di salah satu perusahaan BUMD milik Pemerintah Kota Cilegon,” katanya.

Baca Juga :  Pembukaan Transmart Cilegon Di Demo Warga

Ismat melanjutkan, pelaporan dijalankan sebagai bentuk kepedulian kepada kondusifitas pelaksanaan Pilkada Cilegon.

“Adanya intimidasi itu jikalau dibiarkan akan merembet kemana-mana. Makanya penduduk memiliki kesadaran untuk berani melaporkan segala bentuk kecurangan,” lanjutnya.

Ismat berharap, Bawaslu bisa secepatnya menindaklanjuti laporan. Penegakan hukum harus dijalankan biar tidak memberi kesemapatan adanya pelanggaran lain.

  • Bagikan