Bupati Serang Sebut Perlindungan Perahu Dan Mesin Tingkatkan Taraf Ekonomi Nelayan

Default Social Share Image

SerangPara nelayan katir di Pantai Paku, Kampung Pangaradan, Desa Anyar,‎ Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang menerima santunan bahtera fiber dan mesin ketinting dari PT. Chandra Asri selaku CSR atau Coprporate Social Responsibility pada Selasa, 15 Desember 2020. Bantuan tersebut diberikan untuk menolong merenggangkan beban nelayan ditengah pandemi Covid-19, sehingga bisa memajukan taraf perekonomiannya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah‎ menyampaikan, untuk pertolongan nelayan di Kabupaten Serang dari Chandra Asri ada sebanyak 10 perahu dan 18 mesin. Menurutnya tunjangan CSR (Corporate Sosial Responsibility) dari PT Chandra Asri ini sangat menolong bagi para nelayan.

“Memang kami terus berupaya untuk meningkatkan taraf hidup nelayan di Kabupaten Serang yang masih memang mesti didorong dari semua pihak, dan Chandra Asri ini menawarkan contoh yang baik untuk para industri di Kabupaten Serang,” ujarnya kepada wartawan.

Kedepannya, sebut Tatu, jika bantuan seperti ini terus dijalankan dengan berhubungan antara jajaran pemerintah tempat dengan perusahaan pastinya akan merenggangkan dalam menyejahterakan penduduk . “Ini mesti terus didorong dalam memperlihatkan sumbangan,”katanya.

Baca Juga :  Monev 2020, Pemkab Serang Target Paling Terbuka Berita Publik

Selain tunjangan, menurut Tatu, baik nelayan dan pertanian di Kabupaten Serang sama halnya perlu adanya regenerasi mesti didorong. Mungkin semoga menawan mereka bukan cuma sekedar melaut untuk mencari ikan, akan tetapi olahan hasil melaut kelanjutannya dibentuk produk seperti yang sudah ada dengan menciptakan olahan abon.

“Ini agar anak muda tertarik. Karena anak muda nilai lebih yang mampu didapat dari tenaga yang mereka keluarkan. Ini peran pemda untuk mampu menarik anak muda atau nelayan berwira usaha, jikalau untuk pertanian tidak mengecewakan anak muda telah masuk alasannya dengna peralatan bukan konvensional lagi. Ini mata pencaharian yang cantik,”terang Tatu.

Terlebih, Tatu melihat para nelayan telah membuat produk olahan mirip abon. Oleh karena ia pun akan menindaklanjuti semoga produk tersebut masuk ke supermarket dan penjualan online.

Baca Juga :  5 Tanda Sebenarnya Pasanganmu Tak Ingin Mengakhiri Hubungan, Dia Hanya Bosan Saja

“Saya lihat tadi memang mesti kita rapihkan baik kemasannya ataupun dari sisi kesehatan, exfired dan lain sebagainya. Karena banyak produk Kabupaten Serang yang dari rasa lezat, tapi dari tolok ukur itu butuh kami bantu,” tuturnya.

Hadir pada peluang tersebut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Letnan Kolonel Laut (P) Budi Iryanto M.Tr.Hanla,Komandan Korem 064 Maulana Yusuf Banten Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, dan Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar.

HR & Corporate Affairs Directur PT Chandra Asri‎, Suryandi mengatakan, tunjangan ini ialah yang kesekian kalinya diberikan kepada para nelayan. Adapun untuk kali ini pertolongan yang diberikan adalah 15 unit bahtera, 28 mesin ketinting dan sembako terhadap 43 nelayan yang ada di wilayah Anyer, Kabupaten Serang dan Ciwandan, Kota Cilegaon‎.

“Keberadaan pabrik Chandra Asri secara tidak eksklusif berkaitan dengan nelayan katir. Makara Chandra Asri berkomitmen menolong mengendorkan beban nelayan, utamanya ditengah situasi pandemi Covid 19,” kata Suryandi‎ usai membagikan pemberian kepada nelayan di pantau paku.

Baca Juga :  Gubernur Wahidin: Selamat Dilantik! Mari Bersinergi Membangun Provinsi Banten

Suryandi berharap‎ dengan adanya tunjangan perahu dan mesin ini mampu menolong nelayan katir mencari ikan biar mampu lebih jauh serta hasil tangkapannya bisa lebih banyak. “Kami juga mohon kepada warga agar selalu berhati hati dan tidak melakukan acara memancing di area jeti Chandra Asri kaena ada kemudian luntas kapal yang cukup padat demi keselamatan nelayan,”tuturnya.

Salah seorang nelayan, Gugun Rahmatnudin mengaku sangat terbantu adanya santunan bahtera tersebut. Menurutnya dengan keadaan bahtera yang tidak mengecewakan besar dirinya bisa melaut lebih jauh lagi walaupun cuaca buruk.

“Sebelumnya perahu (yang dipakai) kecil‎, kan sulit bila cuaca kaya begini, bila besar perahunya kan bisa melaut sampai Pulau Sangiang,” imbuhnya.(red)