Macam-Macam Teknik Membatik

KABARPANDEGLANG.COM – Membatik yaitu membuat corak atau gambar (terutama dengan tangan) dengan menerakan malam pada kain. Salah satu ciri khas batik ialah penggambaran motif dalam bentuk negatif atau klise. Motif dalam bentuk klise mampu diciptakan dalam berbagai cara. Diantaranya yaitu merintangi sebagian acuan dengan alat canting tradisional (canting tulis), merintangi sebagian teladan dengan alat canting cap., dan merintangi dengan pengikatan (teknik celup ikat).

Sebagian motif atau contoh batik pada kain diikat atau ditutup lilin, baik dengan canting tradisional atau canting cap. Kemudian, kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Bagian kain yang diikat atau ditutup lilin tidak akan terkena bahan pewarna. Setelah proses penghilangan lilin atau ikatan kain dibuka, bagian tersebut tetap berwarna putih atau berwarna seperti sebelum proses pencelupan. Motif inilah yang disebut motif dalam bentuk negatif atau klise.

Bacaan Lainnya

1. Teknik Canting Tulis

Teknik canting tulis ialah teknik membatik dengan memakai alat yang disebut canting (Jawa). Canting terbuat dari tembaga ringan dan berbentuk mirip teko kecil dengan corong di ujungnya . Canting berfungsi untuk menorehkan cairan malam pada sebagian pola. Saat kain dimasukkan ke dalam larutan pewarna, bab yang tertutup malam tidak terkena warna. Membatik dengan canting tulis disebut teknik membatik tradisional.

Membatik adalah membuat corak atau gambar Macam-macam Teknik Membatik

Bahan pembuatan batik tulis

  1. Canting, yakni alat tulis lilin yang digunakan untuk menutupi contoh dan motif batik.
  2. Pensil acuan
  3. Kain mori putih yang biasanya kain sutera atau kain katun
  4. Lilin malam (wax)
  5. Gawangan batik ini bisa terbuat dari kayu ataupun bambu.
  6. Kompor atau alat pemanas lilin malam (wax)
  7. Bahan pewarna kain

Dalam proses pembuatan batik tulis kita harus menyiapkan terlebih dahulu kain mori terbentang, mengambar sketsa motif batik yang akan dibentuk dengan memakai pensil, lalu menorehkan cairan malam/ lilin dengan warna dengan menggunakan canting tulis secara teliti dan hati-hati.

Baca Juga :  Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi

Apabila kain mori telah selesai digambar dengan cairan malam/ lilin, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan, lorot malam, membilas soda, dijemur, dan disetrika.

Beberapa kelebihan batik teknik canting tulis antara lain sebagai berikut

  1. Proses pembuatan batik tulis dikerjakan oleh tangan-tangan kreatif yang bisa menghasilkan karya seni alami yang tidak mampu disamakan dengan hasil cap maupun printing.
  2. Kain yang dipakai untuk membuat batik tulis juga berbeda dengan batik cap maupun batik printing.
  3. Kualitas warna yang dihasilkan juga lebih bagus.. Batik tulis merupakan produk yang sangat istimewa kualitasnya yang tidak gampang luntur jika dicuci .
  4. Warna batik canting tulis semakin usang bukan semakin pudar melainkan semakin terlihat jelas.

Namun batik canting tulis juga mempunyai kekurangan bila dibandingkan dengan batik hasil dari teknik lainnya. Berikut ini beberapa kekurangan dari batik teknik canting tulis.

  1. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya alasannya ditulis pribadi di atas kain.
  2. Waktu yang diharapkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih usang dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 sampai 6 bulan lamanya.
  3. Dibutuhkan keterampilan khusus membatik yang diperoleh dari latihan dalam waktu yang usang.

2. Teknik Celup Ikat

Teknik celup ikat merupakan pembuatan motif pada kain dengan cara mengikat sebagian kain, kemudian dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Setelah diangkat dari larutan pewarna dan ikatan dibuka bagian yang diikat tidak terkena warna.

Membatik adalah membuat corak atau gambar Macam-macam Teknik Membatik

Bahan dan alat yang perlu disiapkan untuk menciptakan batik ikat celup yakni:

  1. Kain katun (kain yang tidak mengandung kanjih/sagu sehingga gampang menyerap warna
  2. Plastik gula pasir untuk menutup sebagian kain supaya tidak terkena warna
  3. Karet gelang
  4. Tali rafia
  5. Benda seperlunya misalnya kelereng, uang logam dll
  6. Ember untuk wadah cairan pewarna saat pencelupanP1080570 (Copy)
  7. Gunting
  8. Wantek contohnya 3 warna contohnya kuning renta, biru bau tanah dan merah renta.
Baca Juga :  Nilai Persatuan Sultan Hamengkubuwono I

Kelebihan batik dengan teknik celup ikat bila dibandingkan dengan teknik batik lainnya antara lain sebagai berikut.

  1. Mudah diproduksi dan membutuhkan biaya yang lebih kecil dibandingkan batik teknik canting tulis.
  2. Kombinasi warna yang sangat menarik apabila bisa mengkobinasikan jenis-jenis warna yang ada.

Namun batik teknik celu ikat juga memiliki beberapa kelemahan jikalau dibandingkan dengan teknik membatik yang lainnya. Beberapa kelemahan batik teknik celup ikat antara lain sebagai berikut.

  1. Salah satu kelemahan batik celup ikat yakni kurangnya motif hias alasannya motif hias dibentuk dengan cara mengikat kain yang akan di celup.
  2. Warna kain hasil celupan biasanya gampang luntur apalgi bila materi yang digunakan juga kurang cantik.

3. Teknik Printing

Teknik printing atau cap merupakan cara pembuatan motif batik menggunakan canting cap. Canting cap merupakan kepingan logam atau pelat berisi gambar yang agak menonjol. Permukaan canting cap yang menonjol dicelupkan dalam cairan malam (lilin batik). Selanjutnya, canting cap dicapkan pada kain.

Membatik adalah membuat corak atau gambar Macam-macam Teknik Membatik

Canting cap akan meninggalkan motif. Motif inilah yang disebut klise. Canting cap menciptakan proses pemalaman lebih cepat. Oleh sebab itu, teknik printing mampu menghasilkan kain batik yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Peralatan yang digunakan dalam menciptakan batik printing ialah:

  1. Meja Cap, terbuat dari kayu, dengan ukuran kurang lebih tinggi 80 cm, lebar 80 cm, panjang 1 meter.
  2. Loyang, tempat memanaskan malam. Loyang terbuat dari tembaga berbentuk lingkaran dengan garis tengah kurang lebih 40 hingga 50 cm, tinggi kurang lebih 4,5 cm.
  3. Kompor, memakai kompor minyak ataupun kompor gas. Posisi kompor terletak agak tinggi sehingga dibuatkan kawasan khusus kompor.
  4. Canting Cap yakni alat pokok untuk melekatkan malam pada proses pengecapan. Terbuat dari plat tembaga yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah motif batik.
  5. Alat-alat pembantu lainnya, misal: gunting, waskom atau leregan, alat kemplong, sarung tangan karet dan celemek.

Kelebihan batik teknik printing jika dibandingkan dengan teknikk batik yang lain yakni sebagai berikut.

  1. Teknik printing dapat menghasilkan kain batik yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
  2. Motif batik yang dihasilkan selalu sama karena menggunkan cap yang sama.
  3. Tidak memakai proses pelorodan seperti batik canting tulis sehingga tenaga pengerjaan sangat ekonomis.
  4. Warna yang dipakai sangat variatif.
  5. Batik cap memiliki harga yang jauh lebih murah dibanding batik tulis alasannya proses pengerjaannya tidak serumit batik tulis.
Baca Juga :  Cita-Citaku Menjadi Anak Salih

Walaupun mempunyai keunggulan batik teknik printing juga mempunyai beberapa kelemahan. beberapa kelemahan batik teknik printing adalah sebagai berikut.

  1. Nilai estetiknya rendah karena proses pembuatanya hampir sama dengan pembuatan tekstil yang diproduksi secara massal.
  2. Warna mudah pudar bila dibandingkan dengan batik teknik canting tulis.

4. Teknik Colet

Motif batik juga dapat dibuat dengan teknik colet. Motif yang dihasilkan dengan teknik ini tidak berupa klise. Teknik colet biasa disebut juga dengan teknik lukis, merupakan cara mewarnai acuan batik dengan cara mengoleskan cat atau pewarna kain je nis tertentu pada acuan batik dengan alat khusus atau kuas.

Membatik adalah membuat corak atau gambar Macam-macam Teknik Membatik

Teknik coletan biasanya dilakukan hanya pada motif-motif utama saja, untuk warna latar biasanya tetap memakai teknik celup. Keunggulan dari teknik colet yakni sebagai berikut.
Warna yang dihasilkan dalam satu helai batik bisa bermacam-macam.

  1. Penggunakan warna relatif lebih ekonomis dan warna yang dihasilkan lebih cerah.
  2. Bisa memilih mana batikan yang ingin dicolet dan mana yang tidak.

Kelemahan dari teknik colet jika dibandingkan dengan teknik yang lain ialah sebagai berikut

  1. Membutuhkan waktu yang relatif lama tergantung berapa banyak motif yang ingin dicolet.
  2. Warna sering menutupi (mleber) ke motif lain.
  3. Warna tidak rata dan cenderung tidak terlalu kuat menempelnya pada kain.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

Facebook Comments

Pos terkait