Menyajikan Kisah Fantasi

KABARPANDEGLANG.COM – Cerita fant*si yakni cerita fiksi bergenre fant*si (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada kisah jenis ini hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia konkret atau modifikasi dunia positif. Tema teks jenis ini yakni majik, supernatural, atau futuristik.

Jenis dongeng ini menurut kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua kategori fant*si total dan fant*si sebagian (irisan). Pertama, kategori kisah fant*si total berisi fant*si pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada dongeng kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia konkret.

Bacaan Lainnya

Kedua, kisah fant*si irisan yaitu cerita yang mengungkapkan fatasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan aktual, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau kejadian pernah terjadi pada dunia nyata.

Untuk mampu menyajikan teks dongeng jenis ini dapat dilakukan dengan langkah ialah pertama menemukan ide penulisan, keduapenggalian inspirasi, ketiga membuat rangkaian insiden, keempat menyebarkan cerita, dan kelima memberi judul teks kisah.

1. Merencanakan Cerita

Langkah 1 Menemukan Ide Penulisan

Menemukan ide dengan mengamati objek konkret lalu diberi khayalan. Menemukan ilham kisah jenis ini dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap objek/ peristiwa di sekitar kita. Cerita bentuk novel yang lahir dari pengamatan terhadap komodo dan Pulau Komodo. Ugi Agustono menciptakan dongeng menurut pengamatan terhadap komodo dan Pulau Komodo.

Cerita dapat diperoleh dari pengamatan. Kisah berikut yakni kisah yang lahir dari pengamatan mendalam suatu daerah dengan kehidupan unik komodo. Ugi Agustono mengadakan pengamatan secara mendalam terhadap Pulau Komodo dengan komodo-komodonya. Dari pengamatan tersebut lahirlah kisah berikut. Contoh

  1. Contoh 1 :Amati alat-alat canggih teknologi tinggi? Fant*sikan apa yang bisa terjadi pada handphone, email, hal lain yang berkaitan sehingga dihasilkan cerita fant*si!
  2. Contoh 2 : Amati lingkunganmu yang sudah sangat terkotori dengan plastik dan aneka polutan. Bayangkan tiba-datang kau terlempar ke 100 tahun mendatang dan kondisi lingkungan yang penuh plastik dan lingkungan yang rusak.
Baca Juga :  Fungsi Dan Prinsip Kerajinan Tekstil

Langkah 2 Penggalian Ide Cerita dari Membaca

Ide cerita teks jenis ini juga mampu diperoleh melalui membaca buku pengetahuan/ buku ilmiah wacana ruang angkasa, hewan langka, biografi tokoh dan seterusnya.

  1. Contoh 1: Bacalah buku ihwal tumbukan meteor! Fant*sikan apa yang terjadi jika kamu dan sahabatmu berada di daerah yang mengalami tumbukan meteor!
  2. Contoh 2: Baca buku tentang hewan-binatang langka. Bayangkan datang-tiba kamu hidup dengan mereka dan dimintai tolong mereka supaya tidak dimusnahkan oleh insan. Fant*sikan apa yang bisa terjadi pada binatang langka dan dengan dirimu dan sahabat-sahabatmu!

Ide dongeng juga mampu diperoleh dari membaca dan pengalaman mitosmitos lokal/ kawasan.

Langkah 3 Membuat Rangkaian Peristiwa

Dari ilham yang sudah kamu temukan, buatlah rangkaian peristiwa sehingga tercipta kisah yang unik. Contoh pandangan baru : Ide kisah : bertemu pendekar yang memprotes kemalasan generasi muda zaman sekarang Tema : pemuda yang malas akan menyebabkan kehancuran bangsanya

Rangkaian Cerita

  1. Tokoh dihukum guru alasannya adalah tidak menyerahkan peran. Tokoh selalu menunda peran sehingga dieksekusi guru untuk membaca buku biografi.
  2. Ke perpustakaan mencari buku.
  3. Buku biografi para pahlawan seakan hidup dan menyeret tokoh masuk dalam abad peperangan.
  4. Tokoh bertemu dengan Bung Tomo dan berdialog tentang perjuangan perjaka pada 10 Nopember.
  5. Tokoh beradu argumen dengan Bung Tomo.
  6. Tokoh dihadapkan pada peperangan 10 Nopember.
  7. Tokoh yang malas menimbulkan masalah dalam perjuangan.
  8. Tokoh bertemu dan berdialog dengan para cowok pejuang.
  9. Tokoh kembali pada dunia nyata dan menyadari kekeliruannya selama ini.


Langkah 4 Mengembangkan Cerita

Dari formasi insiden yang sudah dirancang kemudian dikembangkan budpekerti tokoh, latar, dialog antartokoh yang sehingga menjadi dongeng secara utuh. Misalnya, dari kerangka kisah di atas perlu dikembangkan tokoh yang bersifat malas seperti apa, akhlak Bung

Tomo dirinci mirip apa, latar kelas daerah tokoh dimarahi guru alasannya tugasnya selalu terlambat, dan latar insiden 10 November kawasan tokoh dipertemukan Bung Tomo. Selanjutnya dikembangkan dialog antartokoh dan konflik-konflik yang terjadi kalu tokoh yang malas dan tidak mempunyai semangat belajar bertemu Bung Tomo dengan anak buahnya yang sangat patriotik.

Langkah 5 

Berilah judul yang menarik untuk cerita yang kau kembangkan. Judul kisah dapat dibentuk dengan beberapa cara. Amati acuan berikut!

  1. Aku dan Bung Tomo (judul dikembangkan dari tokoh)
  2. Cerita dari Surabaya di Masa Lalu (judul dari latar cerita)
  3. Terperangkap di Ambarawa (judul dari latar dongeng)
  4. Nasihat Bijak Pahlawan (judul dari tema)
  5. Kemalasan yang Menghancurkan (judul dari tema)
  6. Misteri di Balik Buku Biografi (judul dari genre dongeng dan tema)
  7. Keajaiban Tiga Buku (judul dari genre dongeng dan tema)
  8. Dimensi Alpha (judul dari latar dunia yang diciptakan penulis)
  9. Kampungku di Tahun 2100 (judul dari latar dunia yang diciptakan penulis)
Baca Juga :  Jenis-Jenis Tumbuhan Sayuran

2. Menulis Cerita

Langkah 1 Menemukan Ide Penulisan

Ide penulisan cerita berasal dari kegiatan sehari-hari seorang siswa yang malas mengerjakan peran dari guru.

Langkah 2 Penggalian Ide Cerita

Ide kisah digali dari kegiatan sehari-hari yakni seorang siswa yang bertemu hero yang memprotes kemalasan generasi muda zaman kini Tema : perjaka yang malas akan menyebabkan kehancuran bangsanya.

Langkah 3 Membuat Rangkaian Peristiwa

Rangkaian Cerita

  1. Tokoh dieksekusi guru alasannya tidak menyerahkan tugas. Tokoh selalu menunda tugas sehingga dihukum guru untuk membaca buku biografi.
  2. Ke perpustakaan mencari buku.
  3. Buku biografi para satria seakan hidup dan menyeret tokoh masuk dalam abad peperangan.
  4. Tokoh bertemu dengan Bung Tomo dan berdialog tentang usaha perjaka pada 10 Nopember.
  5. Tokoh beradu argumen dengan Bung Tomo.
  6. Tokoh dihadapkan pada peperangan 10 Nopember.
  7. Tokoh yang malas menyebabkan persoalan dalam usaha.
  8. Tokoh bertemu dan berdialog dengan para cowok pejuang.
  9. Tokoh kembali pada dunia faktual dan menyadari kekeliruannya selama ini.

Langkah 4 Mengembangkan Cerita

Langkah 5  Memberi Judul

Misteri di Balik Buku Biografi

StrukturKalimat
OrientasiSuatu hari Arman bermalas-malasan mengerjakan tugas wacana biografi tokoh pahlawan. Padahal tugas itu sudah diberikan seminggu yang lalu. Pada ketika pengumpulan peran, ia tidak mengumpulkan sendiri dan beralasan alasannya tidak tahu tokoh pahlawan. Akhirnya, Arman dieksekusi dan dilarang mengikuti pelajaran selam seminggu penuh sampai tugasnya selesai. Arman merasa bosan alasannya berada di luar kelas. Lalu beliau pergi ke perpustakaan mencari buku. Dia menemukan buku yang berisi tokoh pendekar lalu membacanya.
KomplikasDi tengah Arman asyik membaca buku, datang-datang buku biografi para hero seakan hidup dan menyeret Arman masuk dalam kala peperangan 10 November di Surabaya. Perang yang sedang berkobar ketika itu sangat mengerikan, ribuan butir peluru berdesingan menciptakan suara mirip suara pesawat. Para pejuang berjuang dengan sekuat tenaga dan menggunakan peralatan apa saja yang mereka miliki.

Dibalik sebuah tembok bangunan bangun seorang penyemangat arek-arek Suroboyo untuk berdiri melawan, dan tidak gentar oleh serangan pasukan Inggris yang dilengkapi dengan senjata canggih. Arman mendekati tokoh tersebut, tenyata beliau adalah Bung Tomo pemimpin para arek-arek Suroboyo.

“Hai, anak muda sedang apa kamu disitu?” teriaknya sambil memberi komando kepada rekan-rekanya.

“Saya Arman Pak!, Saya galau mengapa menuntaskan masalah harus dengan berperang mirip ini?” jawab arman sedikit ketakutan.

“Harga diri dan kehormatan bangsa ialah segala-galanya, dan harus diperjuangkan dengaa segala yang kita miliki!” teriaknya ditengah bising desingan bunyi tembakan.

“Saya kurang paham dengan klarifikasi Bapak.” jawab Arman.

dunia imajinatif yang diciptakan penulis Menyajikan Cerita Fantasi

Bung tomo yang kesal, kesudahannya menyuruh Arman untuk ikut berperang pada peperangan 10 November. “Ikutlah berjuang bersama mereka agar kau merasakan apa itu harga diri bangsa !”

Awalnya Andi merasa malas dan ogah-ogahan ikut dalam pertempuran tersebut. Dan ia merasa sangat kesal alasannya adalah kesialannya hari ini. Apalagi nyawanya juga berada di ujung tanduk jika beliau tidak sengaja dibunuh. Andi berniat lari. Tapi dikala mau lari ke belakang, Andi bertemu dengan perjaka pejuang bernama Musa.

“Bersembunyi di balik tembok, jaga keselamatanmu !” teriak Musa sambil menarik tubuh Arman ke balik tembok. “Jangan malas dan lambat mirip itu, membahayakan dirimu sendiri.” lanjunya sambil mengangkat senjatanya.

“Mengapa seperti itu, Bung.” sela arman yang masih gemetar ketakutan.

“Pada saat perang seperti ini perilaku malas yang kamu miliki menciptakan terbunuh!” teriaknya dengan suara yang sangat keras.

“Iya,..iya Bung, Saya baru sadar sekarang, betapa sifat malas sangat merugikan, terima kasih nasehatnya.” jawab arman

Banyak kata-kata motivasi yang Arman dapatkan dari pemuda pejuang tersebut. Jika tidak mau mati jangan pernah menyerah dan malas yaitu kunci kegagalan hidup kita.

ResolusiMendengar hal itu Andi pun sadar. Kesadarannya mengembalikannya ke dunia kasatmata. Akhirnya Andi sadar bahwa kejadian yang dialaminya hanya mimpi. Tapi mimpi itu sangat berarti baginya dan dia pun bermetamorfosis langsung yang lebih baik.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

Facebook Comments

Pos terkait