Paslon Bupati Dituntut Lebih Serius Majukan Pandeglang

  • Bagikan
Default Social Share Image

PANDEGLANG  – Bagi siapapun yang akan memimpin Kabupaten Pandeglang 2021-2025 hasil penyeleksian kepala kawasan (Pilkada) langsung 9 Desember 2020 mendatang, diharapkan benar-benar serius memimpin dan menerangkan pada seluruh rakyat Pandeglang untuk lebih maju dan makmur.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B), Apandi Jarkasih Nur kepada media, Minggu (15/11/2020)

Menurut Apandi, kedua pasangan colon (Paslon) Bupati Pandeglang ialah Irna-Tanto selaku petahana dengan nomor urut 01 yang diusung Partai Demokrat, Golkar, PKS, Gerindra, PDI-P, Nasdem, PAN, PBB, dan Perindo serta didukung Partai Gelora. Sedangkan paslon Thoni-Imat yang diusung oleh PKB dan PPK juga disokong partai non dewan legislatif Hanura, PSI, PKPI.

Baca Juga :  Gelar Konferensi Bulanan, Focus Sentuh Tempat Terisolir

“Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang yang siap berkontestan di Pilkada ialah orang-orang terbaik yang harus bisa mengambarkan keseriusannya untuk membangun Pandeglang dengan pengalaman dan kesanggupan atau kepiawaian yang dimiliki kedua paslon. Dan kami kira rakyat sudah pandai dan pintar untuk memilih nasib Pandeglang kedepan.” tandas Apandi yang merupakan salah satu penggerak Jakarta asal Pandeglang ini.

Hal yang serupa juga disampaikan E Jauhari sebagai Ketua Bidang Politik dan Pembangunan pada BP3B tersebut, berharap dari hasil Pilkada 9 Desember 2020 nanti mampu menciptakan pemimpin Pandeglang serius mampu menunjukan hasil pembangunan, baik itu inprastruktur jalan, kesehatan, pendidikan dan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mana periode dikala ini dijadikan argumentasi bahwa minimnya anggaran untuk sebesar-besarnya dipakai untuk pembangan tersebut.

Baca Juga :  Cuti Kampanye Berakhir, Besok Irna-Tanto Mulai Ngantor Lagi Jadi Kepala Kawasan

“Kalau Irna-Tanto kembali lagi terpilih, mesti menjadi perhatian serius bagi keduanya untuk mampu menandakan keyakinan rakyat Pandeglang. Karena kawasan yang kaya akan pontensi belum bisa digali secara maksimal untuk memajukan PAD dan pertumbuhan kawasan.” tegasnya.

 

(Red)

  • Bagikan