Diskusi Sebagai Penyajian Laporan Penelitian

  • Bagikan
Diskusi Sebagai Penyajian Laporan Penelitian

KABARPANDEGLANG.COM – Untuk keperluan akademik, laporan penelitian perlu dinilai dan mendapatkan respon dari pihak lain. Oleh karena itu, laporan penelitian harus diseminarkan atau didiskusikan dengan pihak-pihak terkait sebelum dipublikasikan kepada masyarakat luas. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah melalui diskusi kelas.

Melalui diskusi kelas penulis memaparkan hasil penelitian di hadapan peserta diskusi. Para peserta diskusi diperlukan mampu mengetahui, memahami, mengevaluasi, serta menawarkan saran dan kritik kepada penulis.

A. Diskusi Kelas

Diskusi kelas yaitu percakapan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok yang tiap-tiap anggota kelompok saling tukar pendapat ihwal sesuatu duduk perkara atau bantu-membantu memecahkan duduk perkara.

Laporan penelitian akan bermanfaat jikalau dibaca oleh orang lain. Untuk memantapkan isi laporan penelitian, dapat didiskusikan atau diseminarkan terlebih dahulu.

Setiap akseptor diskusi menyumbangkan dan menilai pendapat yang diajukan dalam diskusi. Buah pikiran dan keterangan, atau pendapat yang diajukan dinilai bersama secara kritis dalam rangka mencari pemecahan. Kaprikornus, diskusi kelompok merupakan bentuk tukar pikiran dalam musyawarah.

Masalah yang didiskusikan harus dirumuskan dengan sempurna sehingga terbatas pada satu problem. Manfaat dari penyajian laporan penelitian melalui diskusi kelas, antara lain:

  1. Memperoleh umpan balik dari penerima,
  2. Mengungkapkan aneka macam kemampuan yang dimiliki peserta,
  3. Membantu peserta berpikir teoretis dan mudah lewat topik yang disajikan, dan
  4. Mengembangkan motivasi peserta untuk lebih mendalami dan memecahkan setiap dilema.
Baca Juga :  Menyimpulkan Isi Teks Hasil Observasi Bentuk Diagram

Pembicaraan dalam diskusi biasanya berlangsung melalui langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Hakikat duduk perkara yang dibicarakan dan alasannya adalah apa yang menimbulkan duduk perkara.
  2. Beberapa alternatif cara pemecahan yang mampu digunakan.
  3. Tiap-tiap cara pemecahan harus dipertimbangkan baik buruknya lalu harus ditetapkan mana cara yang terbaik.

Hal-hal penting dalam diskusi kelompok, antara lain sebagai berikut.

  1. Seorang siswa sebagai pemimpin diskusi atau moderator yang betugas memimpin jalannya diskusi.
  2. Seorang siswa sebagai pemrasaran yang bertugas memberikan isi makalah yang dibuat.
  3. Seorang siswa sebagai penyanggah atau pembahas yang bertugas menanggapi dan membahas isi pemrasaran.
  4. Seorang siswa sebagai sekretaris yang bertugas menulis hasil diskusi.
  5. Beberapa siswa (10 – 20 orang) sebagai peserta diskusi yang ikut aktif mengikuti jalannya diskusi.
  6. Semua yang mengikuti diskusi sebaiknya membawa makalah bahan diskusi.
  7. Setelah pemrasaran memberikan isi makalah, disusul penyanggah, dan lalu baru dilanjutkan jawaban penerima.
  8. Sekretaris menulis hal-hal penting, seperti saran, tawaran, dan perubahan isi makalah, lalu membacakan karenanya pada simpulan diskusi.

Bentuk-Bentuk Diskusi Kelas

Bentuk diskusi bemacam-macam, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Bentuk diskusi kelas yang biasa digunakan antara lain the social dilema meeting, the opened meeting, dan the educational diagnosis meeting.

  1. The Social Problem Meeting. Pada bentuk diskusi ini para siswa berdiskusi perihal problem-duduk perkara sosial di kelas atau di lingkungan sekolahnya dengan harapan setiap siswa terpanggil untuk belajar dan bertingkah laris sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contohnya diskusi mengenai pelanggaran terhadap tata tertib sekolah yang sering dilakukan oleh para siswa.
  2. The Opened Meeting. Bentuk diskusi ini para siswa berdiskusi mengenai duduk perkara apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Misalnya diskusi mengenai hobi, kebiasaan, atau keinginan.
  3. The Educational-Diagnosis Meeting. Pada diskusi ini para siswa berdiskusi mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang diterimanya sehingga masing-masing anggota memperoleh pemahaman yang lebih baik. Misalnya diskusi kelompok untuk mengerjakan peran-peran sekolah atau diskusi kelompok untuk membahas materi pelajaran.
Baca Juga :  Pembelajaran 4 Subtema 1 Aku Anggota Pramuka

Diskusi dapat berjalan lancar apabila pembicaraan berlangsung ke aneka macam arah. Tanya jawab akan berlangsung menurut arus bolak-balik sesuai dengan pembicaraan yang dikemukakan pembicara. Tugas dan tanggung jawab pemimpin diskusi sebagai berikut.

  1. Merundingkan terlebih dahulu dengan akseptor hal-hal yang berkaitan diskusi.
  2. Membuka diskusi dengan uraian pendek, tepat, tidak bertele-tele ihwal problem yang akan didiskusikan.
  3. Memimpin diskusi dengan sabar dan menghargai pendapat yang dikemukakan akseptor.
  4. Bersifat ramah, jujur, dan tidak berat sebelah.
  5. Menjadi motor pelopor jalannya diskusi.
  6. Membuat rangkuman pembicaraan.
  7. Menutup diskusi dan membacakan rangkuman hasil diskusi.

Tugas dan kewajiban penerima sebagai berikut.

  1. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya hal-hal yang berkaitan dengan problem yang didiskusikan.
  2. Aktif dalam pembicaraan dengan semangat kolaborasi.
  3. Peka terhadap teknik yang dapat mendorong diskusi berjalan lancar dan tertib.
Baca Juga :  Jenis Jenis Penelitian Sosial

B. Diskusi Panel

Diskusi panel ialah bentuk diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin diskusi dan beberapa orang peserta atau pemakalah, serta disaksikan beberapa orang pendengar. Dalam diskusi panel, hanya para akseptor atau pemakalah yang mendiskusikan persoalan yang dijadikan topik pembicaraan. Tempat duduk dalam diskusi panel biasanya disusun sebagai berikut.

 laporan penelitian perlu dinilai dan mendapatkan respon dari pihak lain Diskusi Sebagai Penyajian Laporan Penelitian

Sebelum melangsungkan diskusi, langkah-langkah pembicaraan disusun dahulu antara akseptor dan pemimpin diskusi. Pemimpin diskusi mengatur jalannya diskusi sesuai dengan langkah-langkah yang telah disepakati. Petunjuk yang sangat berguna bagi kelancaran diskusi panel sebagai berikut.

  1. Usahakan semoga jangan ada pembicaraan mirip orang berpidato.
  2. Peserta diskusi panel dalam berbicara jangan lebih dari lima menit.
  3. Pemimpin dan peserta diskusi panel berbicara di tempat duduknya masingmasing.
  4. Pada waktu berbicara, akseptor harus memperhatikan para pendengar apakah suaranya dapat dipahami oleh pendengar.
  5. Pemimpin harus pertanda secara terperinci pada waktu permulaan diskusi apa yang diharapkannya dari pendengar. Misalnya, kapan pendengar dapat mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar terhadap masalah yang dibicarakan.
  6. Separo dari waktu yang tersedia untuk diskusi harus digunakan untuk tanya jawab dengan pendengar dan untuk memberikan rangkuman diskusi.

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

  • Bagikan