Harga Kedelai Mahal, Usahawan Tahu-Tempe Di Pandeglang Menjerit

Default Social Share Image

PANDEGLANG – Mahalnya harga kedelai menciptakan para pebisnis tahu-tempe di Kabupaten Pandeglang “menjerit”. Demi tetap berjalannya usahanya mereka, para produsen tahu-tempe melakukan berbagai upaya diantaranya, memaksimalkan serta menghemat ukuran tahu-tempe menjadu lebih kecil.

H. Ocid, salah satu pengusaha tahu-tempe di Kecamatan Saketi, Pandeglang, mengungkapkan, selain dipusingkan oleh meroketnya harga materi baku kedelai, dia juga tengah dirundung persoalan baru. Ia mengaku kesusahan untuk memasarkan produknya di daerah Pandeglang karena mesti berkompetisi dengan produk tahu-tempe yang didatangkan dari luar tempat.

“Caranya terpaksa mesti begitu, mau bagaimana lagi kan mesti diadaptasi dengan keperluan pasar. Kita juga harus menutup ongkos bikinan, belum lagi bayar karyawan,” katanya mirip dilansir dari detik.com

Baca Juga :  Bangun Kemandirian, Bank Banten Penuhi Pojk No. 12/20 Ihwal Konsolidasi Bank Lazim

Ia mengatakan, sebelum peningkatan kedelai ia bisa menyuplai produknya sampai puluhan box besar ke sejumlah pasar di daerah Pandeglang dan Serang. Namun sehabis adanya kelangkaan materi baku, ia harus memutar otak sebab barang usahanya banyak yang tidak laris lantaran mesti bersaing dengan tahu-tempe yang didatangkan dari kota-kota besar.

“Distribusi juga kini jadi terbatas, banyak saingannya dari luar. Kalau mau lihat barang, ya pasti kita kalah. Soalnya mereka barangnya elok terus tahan beberapa hari, jika dari kita kan alami dan cuma bertahan sehari doang di pasaran,” ungkapnya.

Atas keadaan tersebut, H. Ocid pun berharap ada intervensi dari pemerintah tempat semoga bisa menormalkan kembali harga bahan baku tahu-tempe. Mengingat, Kabupaten Pandeglang, kata beliau, juga mempunyai lahan yang luas serta tidak kekurangan petani kedelai di beberapa daerah.

Baca Juga :  Dinsos Klaim Angka Kemiskinan Di Kabupaten Pandeglang Menurun

“Makanya, ieu kacang naraek kunaon caricing bae, kunaon ieu (Makanya, ini kacang kedelai harganya naik kenapa pada membisu aja, ada apa ini). Padahal di Pandeglang ini banyak lahannya, petaninya juga banyak, tetapi jika pas panen malah terlantar,” tuturnya.

Diketahui, harga kedelai untuk bahan baku pembuatan tahu-tempe dikala ini mengalami lonjakan drastis selama pandemi virus Corona (COVID-19). Normalnya, harga kedelai ada di kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram (Kg), sekarang naik menjadi sekitar Rp 9.500/Kg. (Red)