Terendam Banjir, Ribuan Hektare Sawah Di Pandeglang Gagal Panen

Default Social Share Image

PANDEGLANG, – Dampak banjir di Kabupaten Pandeglang, ribuan hektare sawah mengalami gagal panen. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, seluas 8.859,5 hektare sawah terendam banjir luapan Sungai Cilemer dan Ciliman. Dari jumlah tersebut, 1.810 hektare sawah ditentukan bakal gagal panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Iping Saripin mengatakan, ribuan hektare sawah yang dikala ini terendam banjir tersebar di 16 kecamatan. Paling parah terjadi di Kecamatan Sindang Resmi seluas 403 hektare, Kecamatan Angsana 372 hektare dan Kecamatan Patia 129 hektare.

“Berdasarkan laporan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) saat ini sawah masih terendam. Data awal yang kami terima ada 8.859,5 hektar yang terendam dengan ketinggian variatif,” kata Iping mirip dilansir dari bantenraya.

Baca Juga :  Jembatan Surianen Memprihatinkan, Warga Desak Pemerintah Secepatnya Lakukan Perbaikan

Iping menyampaikan, lebih banyak didominasi lahan pertanian yang terendam banjir diupayakan masih bisa terselamatkan sampai isu terkini panen nanti. Padi yang dibutuhkan tetap tumbuh ialah padi yang telah berusia satu bulan lebih dan mempunyai akar yang sudah kuat.

Namun lebih dari 1.810,5 hektare dipastikan Iping akan mengalami gagal tanam. Pasalnya, saat banjir tiba usia tanam masih muda atau dalam masa perkembangan vegetatif dan generatif.

“Kami prihatin dengan keadaan gagal tanam ini. Produktivitas padi juga otomatis akan menyusut drastis. Kualitas padi yang dalam abad perkembangan terendam, biasanya kurang baik walaupun tetap bisa dipanen,” ungkapnya.

Masih kata Iping, Dinas Pertanian sudah meminta derma ke pemerintah pusat supaya mampu diberikan pengadaan bibit padi bagi petani yang terdampak banjir. Namun hingga sekarang, ia mengaku belum mendapat kabar lanjutan soal perlindungan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Irna Yakin Reforma Agraria Bisa Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

“Kami telah mengajukan sebanyak luasan tersebut. Intinya minta dukungan benih, tetapi hingga hari ini belum ada tanggapan dari pusat apakah akan direalisasi atau tidak,” pungkasnya. (Red)